Medan, Darah Juang Online – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dalam konprensi pers pada Rabu tanggal 24 April 2024 secara daring dan di kanal media sosial Bank Indonesia Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) mulai, 23-24 April 2024.
Dijelaskan Perry, Risiko ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi, tekanan nilai tukar dan inflasi, serta ketegangan geopolitik masih membayangi prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
Listrik Gas-Air Bersih (LGA), dan jasa sosial; serta penyesuaian besaran insentif untuk setiap sektor yang berlaku mulai 1Juni 2024.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk memitigasi dampak rambatan memburuknya risiko global.
Untuk pengendalian inflasi, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah), melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan risiko dan ketidakpastian menigkat karena perubahan arah kebijakan moneter AS dan memburuknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sebut Perry.
Semakin kuatnya dollar AS juga mendorong melemahnya sejumlah mata uang dunia seperti yen Jepang dan Yuan China. Ketidakpastian pasar keuangan global semakin buruk akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ungkap Perry.
Pertumbuhan ekonomi di triwulan I dan II tahun 2024 diperkirakan akan lebih tinggi dari triwulan IV tahun 2023 didukung permintaan domestik yang tetap kuat dari konsumsi rumah tangga sejalan dengan Ramadhan dan Idulfitri 1445-H. (22)

















