Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Halal Bihalal Lombok Sasak Sehati, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya di Banjarbaru Dengan Hiburan Gendang Beleq

oplus_2

Banjarbaru, Darahjuang.online – Keluarga Besar Lombok Sasak Sehati menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan pertunjukan seni budaya khas Lombok Gendang Beleq, bertempat di Jalan Karang Rejo RT.05 RW.01 Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Minggu (05/04/2026).

Dalam suasana penuh kebersamaan, Ketua Pelaksana kegiatan, Jayadi, menyampaikan bahwa rangkaian acara diawali dengan kegiatan kebersamaan dari Lapangan Karangrejo, kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni budaya Gendang Beleq sambil berpawai dari lapangan Karang Rejo menuju lokasi acara.

“Ini merupakan momentum halal bihalal untuk keluarga besar Lombok Sasak Sehati. Selain mempererat silaturahmi, kami juga menampilkan seni budaya khas Lombok seperti gendang beleq,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya diikuti warga Lombok di Banjarbaru, tetapi juga menjadi ajang temu bagi perantau asal Lombok yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.

“Tujuan utama kita adalah silaturahmi. Keluarga Sasak Lombok ini tidak hanya ada di Banjarbaru, tapi juga di Tanah Bumbu dan daerah lainnya. Melalui momentum ini, kita ingin memperkuat kebersamaan,” jelasnya.

Jayadi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Sasak Lombok yang belum tergabung agar turut berpartisipasi dalam wadah Lombok Sasak Sehati.

“Kita ingin menunjukkan bahwa dengan kekompakan dan kerja sama, kita bisa melaksanakan kegiatan bersama dan mengembangkan seni budaya kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Lombok Sasak Sehati, Huzaipah Hasan, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penampilan budaya seperti gendang beleq bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada masyarakat luas di Kalimantan Selatan.

“Gendang beleq ini memang berasal dari Lombok dan di Kalimantan masih cukup asing. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkannya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain gendang beleq, pihaknya juga berencana menampilkan seni budaya lainnya seperti peresean, meski pelaksanaannya masih mempertimbangkan berbagai aspek.

“Peresean ini merupakan seni ketangkasan khas Lombok. Namun karena ada unsur kontak fisik, kami akan menyesuaikan dalam penyajiannya, dan untuk kedepan kami pasti akan tampilkan,” jelasnya.

Huzaipah menambahkan, Halal Bihalal ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan serta membangun wadah kebersamaan bagi masyarakat Sasak Lombok di perantauan.

“Kami ingin menciptakan ruang untuk saling mengenal, saling membantu, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, serta berkolaborasi dengan berbagai suku yang ada di Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk turut melestarikan budaya Sasak agar tidak tergerus perkembangan zaman dan pengaruh media sosial.

“Ke depan, kami akan terus mendorong generasi muda untuk mencintai dan mempelajari budaya Sasak, sebagaimana yang sudah dilakukan di Lombok sejak usia dini,” tuturnya.

Diketahui, jumlah keturunan Lombok saat ini diperkirakan telah mencapai lebih dari 220 ribu jiwa yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *