Alaku
Alaku
Alaku

Jadi Wartawan Kawakan Tidak Mudah

  • Bagikan

Oleh: Darwis E Akbar

Zaman Android (HP Pintar), mau jadi wartawan Media Online Sangat Mudah Proses nya.

Tak kala cepat di banding harus menunggu antri pesanan martabak telor pinggir jalan, untuk mendapatkan  daulat menjadi pewarta, pada media online cukup dengan syarat yang tak cukup asing terdengar oleh telinga sebut saja uang sebagai pelengkap administrasi, selesai suatu persyaratan itu  terpenuhi.

ID Cardnya bisa di bawa pulang, sangat sedikit bakal jurnalis yang memiliki baik Etika Peliputan dan cara penulisan yang berkopemten dalam bidang jurnalistik, jadi tak jarang hal itu adalah awal petaka bagi wartawan menjalankan tugas lapangan, yang masih belum memiliki integritas tersebut.

Yang menjadi pokok permasalahannya sekarang, kebanyakan wartawan tidak mengetahui kode etik pers ditambah dengan tidak adanya pendidikan dari Pimpinan Redaksi nya seharusnya pendidikan itu diberikan kepada calon jurnalisnya, sehingga wartawan bisa memahami kode Etik dengan ditambah mempelajari buku pedoman penulisan untuk Wartawan.

Masuknya tukang peras, dan premanisme, serta tukang catut, dalam tubuh jurnalistik hal itu berawal dari jurnalis yang  tidak bisa menulis, serta tidak memahami kode etik jurnalis ketika wartawan menguasai hal hal tersebut, maka jarang sekali terjadi tindakan premanisme hingga tukang peras, kembali lagi pada pokok permasalahan yang terjadi pada realita, kebanyakan jurnalis sekarang tidak memahami dan tidak mengetahui hal hal tersebut dan pada akhirnya, tidak heran apabila banyak wartawan yang kena bacok, kena pukul, bahkan ada yang di bunuh.

Pada kesimpulannya jika ingin jadi wartawan kawakan (Berpengalaman) beli buku pedoman penulisan berita, supaya paham standar penulisan peberitaan. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *