Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Kades dan Apdesi Bantah Tudingan Adanya Dugaan Mark Up ADD Cinta Rakyat

Deliserdang, Darah Juang Online – Apdesi yang merupakan organisasi Assosiasi Pemerintah Desa adalah mitra media sebagai sosial kontrol akhirnya angkat bicara terkait adanya berita miring/Hoax tentang Mark Up di beberapa Desa.

Contohnya seperti yang diberitakan media online baru baru ini tentang Mark Up yang dilakukan Kepala Desa Desa Cinta Rakyat, langsung dibantah oleh Kepala Desanya AK saat dikonfirmasi wartawan karena menurutnya anggarannya saja baru akan turun seputaran akhir bulan Mei ini katanya.

Alaku

Masih menurut Kepala Desa Cinta Rakyat AK, dikecamatan Percut Sei Tuan, baru 4 Desa saja yang sudah menyiapkan APBDESnya.

“Baru ada 4 Desa saja yang sudah menyiapkan APBDES nya,” papar Kades AK kepada awak media ini saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin 13 Mai 2024.

Tak hanya sampai disitu pihak awak media terus menelusuri kebenaran keterangan Kades AK ini kepada beberapa Kades lainnya dan mengatakan hal yang sama bahwa anggaran desanya juga baru akan turun pada akhir bulan Mei atau Juni Tahun 2024.

“Kok sudah dikatakan Mark Up sementara kami dari pengurus APDESI sangat menyayangkan adanya pemberitaan-pemberitaan yang seenaknya menuding, meminta Kejaksaan Tipikor untuk memeriksa kami-kami ini Bang,” kata beberapa Kades yang di temui, bahkan kami sudah sangat jengkel atas ulah oknum awak nedia ini yang membuat pemberitaan itu.

“Dah berulang kali diberitakan yang tidak akurat dan tak terbukti, apakah tidak ada tindakan kepada wartawan yang membuat berita Hoax,” bilang Kades itu.

Selain itu pihaknya Apdesi Kec. Percut akan membuat laporan atas tindak tanduk oknum wartawan yang sudah sering membuat berita bohong (HOAX) ini ke Aparat penegak hukum (APH) serta ke Dewan Pers untuk membuat sangsi kepada oknum wartawan tersebut dengan ininsial (JN).

“Ini selalu membuat jengkel mulai dari berita tempo hari diusir oknum perangkat Desa di Sentis sampai membuat dan membuat pengaduan ke Polrestabes, kita akan buat pengaduan atas nama Apdesi, biar ada sangsi diberikan kepada oknum ini, sangat disayangkan kenapa media online it masih mau menerima wartawan seperti ini lo,” kata AK dan di Amini oleh beberapa kades lain nya. (Red/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *