Alaku
Alaku

Kloter 24 Embarkasi Medan, Dilepas Kakanwil Kemenagsu

  • Bagikan

Medan, darahjuang.online – Kloter 24 Calon Jamaah haji (Calhaj) dilepas Kakanwil Kemenagsu dari Embarkasi Medan oleh H. Ahmad Qosbi Nasution, S.Ag, MA, selaku Ketua PPIH Embarkasi Medan. Sabtu (8/6/2024) malam menjelang pagi.

Jamaah Calon haji (Calhaj) Kloter 24 sebanyak 358 asal Padang Lawas Utara (Paluta) 191 orang, Kota Medan 158 dan Serdang Bedagai 2 orang ditambah 7 orang petugas, dan di iringan gema suara talbiyah, sholawat, doa dan azan saat keberangkatan bus yang ditumpangi Tamu Allah itu menuju Bandara Kualanamu.

Alaku

Turut hadir pelepasan jemaah Tamu Allah tersebut antara lain Pj. Bupati Paluta, Patuan Rahmat Syukur Parlaungan Hasibuan, S.STP, MM, Plh. Sekteratis Makmur, Asisten I Pemerintahan H. Sarifuddin Harahap, Kepala Tata Usaha Kanwil Kemenagsu Drs Muhammad Yunus, MA, Kepala Penyenggara Haji dan Umrah, Dr. H. Zulfan Efendi, M.Si.

Dalam sambutannya, Qosbi menyampaikan, pemberangkatan Kloter 24 semuanya masyarakat Indonesia masyarakat Sumatera Utara, tidak ada kedaerahan. Oleh karenya, jalin persaudaraan, persahabatan, keharmonisan bersatu padu dan niatkan di hati mulai saat ini selama masih bisa menolong, di tolong selama bisa membantu, dibantu, pintanya.

Selanjutnya dijelaskan Qosbi, anggap ini haji terakhir karenanya laksanakan dengan sempurna. Berangkat tahun ini setelah pulang, boleh mendaftar tahun 2034, 10 tahun lagi menunggu. “Kalau usianya 50 tahun masa tunggunya nanti sudah 34 tahun berarti bisa berangkat lagi umur 95 tahun, kalau umurnya 60 tahun berangkat umur 105 tahun,” jelasnya.

Selanjutnya, saat ini yang paling dikritik, dimarahi oleh Imam Masjid Nabawi Madinah, jamaah Indonesia karena lebih perlu berfoto ketimbang beribadah.

Banyak jamaah Indonesia ini, tawaf berfoto-foto, berselfie-selfie, tidak sah tawafnya. Jadi saya berharap di kloter 24 ini tidak ada yang berfoto-foto kalau mau berfoto habis dulu ibadah buat kenangan. Kita berhaji untuk membersihkan diri, membersihkan pikiran, membersihkan hati dari dosa dan kesalahan yang kita lakukan, katanya menambahkan.

Kakanwil Kemenagsu menjelaskan di Arofah menentukan haji mabrur atau tidak. Wukuf di Arafah paling lama 6 jam mabait di Muzdalifah.

Di Arafah ini kerjakan minta ampun kepada Allah, uraikan di hadapan Allah, berkhayal dan renungkan bahwa Bapak Ibu di Arafah Allah pasti melihatnya, pintu langit dibuka untuk bapak ibu, doakan dan hayati, ya Allah ya Tuhanku saat Engkau panggil menjadi tamu Mu, ampunkan dosaku, dosa orangtua Ayahku, dosa ke mamaku.

“Semua dosa uraikan di hadapan Allah dan bertaubat nasuha dan terus melakukan segala amalan kebaikan, solat sunat, berzikir dan ingat suatu jangan mengambil yang bukan haknya. Di kloter 24 ini jangan ada congok, sekecil apapun yang dilakukan dosa,karena suasana masih pakaian ihram,” ujar Qosbi.

Ahmad Qosbi juga memberi nasehat kepada petugas. “Layani dengan ikhlas, layani dengan tulus, surga pasti di tangan. Jangan beda-bedakan, semua ini tamu Allah. Jalin persaudaraan persatuan kekompakan,” pintanya

Ahmad Qosbi mengharapkan kloter 24 ini menjadi kloter yang terbaik di Sumatera Utara. Berangkat utuh, pulang menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Pungkasnya. (Rls/22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *