Alaku
Alaku
Alaku

Kongres Desa Indonesia 1, PABPDSI Sumbar Bawa Rekomendasi Penting Untuk Indonesia

  • Bagikan

Jakarta, Darah Juang Online – Kongres Desa Indonesia I merupakan agenda Nasional yang dinanti-nantikan para penggiat pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Kongres Desa Indonesia pertama ini akan segera digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, selama 3 (tiga) hari, 22-24 Maret 2024 dengan mengusung membangkitkan semangat bertajuk “Desa Bersatu Indonesia Maju”.

Alaku

Kongres yang diikuti sekitar seribu peserta dari utusan Provinsi se-Indonesia.Yakni ada delapan Organisasi Masyarakat Desa (ORMAS Desa) disebut Desa Bersatu terdiri dari DPP APDESI, DPP AKSI, DPN PPDI, PP PPDI, DPP ABPEDNAS, PP PABPDSI, PARADE NUSANTARA, dan KOMPAKDESI.

Keberagaman ini menjadi modal penting untuk menciptakan kolaborasi yang kokoh. Terutama dalam memajukan pembangunan dan pemberdayaan desa di seluruh penjuru negeri.

Ketua Steering Committee Kongres Desa Indonesia I, Fery Radiansyah menegaskan, kongres ini akan menjadi tonggak sejarah dalam menjaga kedaulatan desa.

“Kongres Desa Indonesia I akan menjadi momen penting dalam membangun kesadaran, kebulatan tekad, dan semangat kesamaan kedudukan serta musyawarah mufakat,” ungkapnya. Kamis (21/3/2024)

Ia menyatakan, Puncak acara kongres akan ditandai dengan deklarasi manifesto desa, juga akan disaksikan Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut, Fery Radiansyah menjelaskan peran penting ORMAS Desa Bersatu dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayaan desa di seluruh Indonesia.

“Dengan jaringan kerjasama tingkat nasional, Organisasi Desa Bersatu memiliki potensi besar. Karena, punya kekuatan yang mampu mewakili, mengadvokasi kepentingan desa di tingkat nasional. Dan, menyatukan gerak pembangunan desa di daerah” ucap Feri.

Ketua Persatuan Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Sumatera Barat (Sumbar), Ezi Fitriana menyampaikan via WA bahwa delegasi Sumbar akan membawa rekomendasi penting. Karena, pernah sebagai tuan rumah Rakornas PABPDSI tahun 2022 lalu.

Rekomendasi itu, sambung Ezi, mengenai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai saluran distribusi berbagai program subsidi negara. Seperti pupuk, bahan bakar minyak (BBM), beras, makan siang gratis, dan lain sebagainya.

“Keputusan menjadikan BUMDES sebagai distributor subsidi negara diharapkan akan dapat memperkuat ekonomi desa dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” tegas dia.

Selain itu, kata Ezi, juga merekomendasikan berdirinya Bank Milik Desa (BMD). Setidaknya, satu per-Kecamatan sebagai pilar penopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Menurut dia, Pendirian BMD di tingkat kecamatan akan dapat memberikan dukungan keuangan yang lebih baik bagi masyarakat desa. Juga, memperkuat infrastruktur dan sektor usaha di wilayah pedesaan.

Tak kalah pentingnya, sebut Ezi Fitriana, merekomendasikan adanya gedung desa di Ibu Kota Nusantara atau Jakarta sebagai Rumah Besar Organisasi Desa Nasional.

“Adanya Gedung Desa di Ibu Kota Nusantara, atau di Jakarta nanti, ini merupakan inisiatif bertujuan mengangkat martabat organisasi desa dalam kehidupan nasional. Bahkan, menjadi simbol fisik dari kesatuan, representasi, dan keberadaan organisasi desa,” jelas Ezi Fitriana yang mengaku ia didampingi Sekretaris Dasril dan Bendahara Alnajmi.

Ia berharap, Kongres Desa Indonesia I akan menjadi momentum yang berarti dalam memperkuat peran desa sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Tutupnya. (21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *