MA DARUSSALAM BENGKULU TENGAH SUKSESKAN PROGRAM PRIORITAS DAERAH MELALUI SAFARI RAMADHAN 1447 H
Bengkulu Tengah, Darahjuang.online — Dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Bengkulu Tengah turut mengambil peran dalam menyukseskan program prioritas pemerintah daerah melalui kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan kepemimpinan bagi para siswa. Minggu (8/3/26)
Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan tersebut diselenggarakan dengan suasana yang hangat dan khidmat. Acara dimulai dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit), shalat tarawih berjamaah, serta khotmil Qur’an. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini dipandu dan dilaksanakan oleh para siswa MA Darussalam sendiri.
Dengan pendekatan pendidikan yang sarat nilai, para siswa dilatih untuk tampil sebagai imam, penceramah, pembaca Al-Qur’an, serta petugas kegiatan keagamaan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat, sebagaimana pepatah hikmah: “Pemimpin besar lahir dari latihan kecil yang dilakukan dengan kesungguhan.”
Dalam perspektif ilmu balaghah, kegiatan ini ibarat menanam benih di ladang subur. Benih itu adalah ilmu dan adab, sementara ladangnya adalah hati para siswa. Ketika keduanya dipertemukan dalam suasana Ramadhan, maka yang tumbuh bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial.
Sebagai penutup acara, MA Darussalam Bengkulu Tengah memberikan beberapa cendera mata diantaranya berupa Sarung Batik Sungai Lemau, hasil karya para siswa, kepada Imam masjid serta kepala desa/dusun setempat. Pemberian cendera mata ini bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya lokal.
Diketahui Batik Sungai Lemau sendiri merupakan warisan budaya yang kini diajarkan sebagai mata pelajaran sekaligus keterampilan produktif di MA Darussalam. Dengan demikian, para siswa tidak hanya belajar nilai spiritual, tetapi juga belajar mencintai budaya daerahnya.
Melalui langkah ini, MA Darussalam Bengkulu Tengah juga turut mendukung salah satu dari 12 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah, yaitu Gerakan Cinta Batik Sungai Lemau. Sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk menjaga, mengenakan, dan membanggakan batik khas daerah sebagai identitas budaya.
Safari Ramadhan ini menjadi gambaran indah bagaimana agama, pendidikan, budaya, dan pembangunan daerah dapat berjalan seiring. Sebagaimana ungkapan balaghah yang sarat makna:
“Jika ilmu menjadi cahaya, ibadah menjadi jalannya, dan budaya menjadi pakaiannya, maka lahirlah generasi yang menerangi masyarakatnya.”
Melalui kegiatan ini, MA Darussalam Bengkulu Tengah tidak hanya mendidik siswa untuk pandai membaca kitab, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang mampu membaca zaman. (01)


















