Medan, Darah Juang Online – Horas Parapat (45) Seorang warga Desa Namobintang, Kecamatan Pancur Batu menjadi korban serangan brutal Orang Tidak Dikenal (OTK). Peristiwa menegangkan itu terjadi sebelum Jambur Pancur Batu Kilometer 23, Jumat (01/03/2024) sekira pukul 5.30 wib pagi.
Korban diduga ditembaki dengan menggunakan senapan yang umumnya digunakan untuk berburu babi hutan.
Kejadian bermula saat Horas duduk bersama teman – temannya diwarung kopi, tiba – tiba datang segerombolan orang melempari batu, membawa sajam, membawa senjata senapan tanpa mengetahui sebab permasalahan seluruh warga yang sedang duduk tersebut diserang secara membabi buta.
Keterangan dihimpun dari saksi dilokasi mengatakan bahwa para pelaku berjumlah dua puluhan orang lebih. “Kami sedang minum kopi diwarung door smer. Tiba – tiba datang sekelompok orang menaiki mobil pribadi satu dan dua mobil pik up,” ujar saksi dilokasi yang meminta namanya agar tidak dipublikasikan.
Tambah saksi, para pelaku belum turun dari mobil sudah meletuskan senjata sebanyak enam kali. Warga yang tidak mengetahui persoalan tersebut ketakutan atas penyerangan tersebut.
Naas bagi Horas yang tidak mengetahui persoalan terkena tembakan pada bagian punggung.
“Kami dengar suara letusan 6 kali. Turun dari mobil pegang alat kayu broti, pegang senjata senapan. Habis itu kami lari membawa rekan kami telah tertembak pada bagian punggung belakang ” ujar saksi.
Atas peristiwa itu, Horas didampingi kuasa hukumnya, Daniel Simbolon SH, Ferdy Santoso SH, Putra Ambarita, SH melaporkan hal tersebut di Mapolrestabes Medan guna mendapatkan keadilan dengan bukti tanda lapor nomor LP/B/652/ll/2024/SPKT Restabesmedan tanggal 01 Maret 2024.
Atas peristiwa tersebut, penasehat hukum meminta kepolisian memberikan perlindungan hukum kepada korban serta hukum benar – benar ditegakkan.
Kuasa hukum juga meminta agar dilakukan penerapan Equality before the law terhadap penanganan perkara tersebut.
Korban sangat berharap kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun agar memerintahkan anggotanya menangkap para pelaku teror terhadap warga urainya. (Rls/22)


















