Bengkulu, Darah Juang Online – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kabupaten Seluma melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab),serta Pendidikan Latihan Cabang (Diklatcab), yang dilaksanakan pada Selasa (21/05/2024) di Aula Hotel Rizki Tais.
Bupati Seluma Erwin Octavian, SE memberikan arahan dalam Pembukaan Muscab dan Diklatcab BPC HIPMI Kabupaten Seluma, Muscab tersebut dihadiri oleh Forkopimda, HIPMI Provinsi Bengkulu, dan tamu undangan lainnya, yang dibuka oleh Kepala Dinas PMPTSP Arlan Aksa, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bupati Seluma menyampaikan terima kasih kepada HIPMI Kabupaten Seluma atas perkembangan usaha yang didukung oleh HIPMI dari tahun 2022 hingga saat ini.
“Alhamdulillah, pertumbuhan usaha, terutama di bidang mikro, sangat positif. Saya berharap ke depannya, sesuai dengan program Seluma Melayani, kami siap menerima investor untuk masuk ke Kabupaten Seluma,” ujarnya.
“Diharapkan HIPMI dapat terus berjalan dengan baik, sehingga dapat berkontribusi dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan memajukan Kabupaten Seluma,” tambahnya.
Beliau juga menyinggung perihal tambang emas, yang akan beroperasi di Seluma “Kita akan memverifikasi kebenaran isu tersebut memang benar adanya atau tidak, karena sampai pada saat ini belum ada yang mendatangi Pemda Seluma perihal tambang emas tersebut, dan pastinya apabila ini semua perizinan sudah lengkap dari pusat kita akan sangat terbuka untuk menyambut investasi tambang emas” Tutupnya.
Dilain tempat, Krisna Andrisya Putra selaku wakil bidang advokasi dan kebijakan strategis daerah mengatakan, “Yang pertama kita mengucapkan selamat atas terpilihnya kakanda kita Febrinananda Putra Pratama S.H, menjadi ketua umum HIPMI Kab. Seluma yang baru semoga beliau dapat menjalankan amanah ini dengan baik, yang mana beliau juga ketua umum KNPI Seluma kita sangat berbangga atas pencapaian tersebut.” Ucapnya.
Krisna juga menambahkan, “ Kita sangat menyayangkan statmen dari Pemda Seluma yaitu Bupati Seluma yang membuka pintu secara lebar untuk tambang emas harus beroperasi di Seluma, ini akan menjadi bencana ekologis bagi Seluma kedepannya, sudah banyak contoh tambang yang merusak tatanan ekologis dan geografis daerah yang terdampak, saya rasa Pemda harus berpikir ulang untuk menerima investasi tambang emas tersebut.” Tutupnya. (01)

















