Banjarbaru, Darahjuang.online – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalsel Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (07/04/2026).
Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan agar selaras dengan RPJMD 2025–2029 dan agenda nasional. Ia menyebut, capaian pembangunan Kalsel tahun 2025 cukup positif, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 76,10, pertumbuhan ekonomi 5,22 persen, tingkat pengangguran 4,16 persen, serta kemiskinan 3,73 persen.
“Capaian ini menunjukkan kita berada di jalur yang tepat, namun tetap perlu diperkuat melalui perencanaan yang terintegrasi,” ujarnya.
Muhidin menegaskan, pembangunan ke depan harus mendukung agenda nasional 2027, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur, termasuk penanganan banjir secara terpadu dari hulu ke hilir melalui normalisasi sungai, peningkatan drainase, hingga pembangunan sodetan.
Selain itu, sejumlah proyek strategis terus didorong, seperti pembangunan jembatan Tanah Bumbu–Pulau Laut, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mekar Putih, hingga penguatan Bandara Syamsudin Noor.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.
“Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menyebut Musrenbang 2026 difokuskan pada penguatan konektivitas wilayah, peningkatan pelayanan dasar, serta pemerataan pembangunan antar kabupaten/kota.
Melalui forum ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kalsel semakin terarah, terpadu, dan mampu menjawab tantangan daerah secara berkelanjutan.(14).
Musrenbang Kalsel 2026: Gubernur Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dan Percepatan Infrastruktur

















