Alaku
Alaku
Alaku

Pemuda Muslimin Minta Koni Sumsel Introspeksi Diri Dan Tidak Menyalahkan Siapapun

  • Bagikan

Sumatera Selatan, Darah Juang Online – Ketua PW Pemuda Muslimin Sumatera Selatan, Harda Belly, turut angkat bicara terkait galang dana yang dilakukan oleh puluhan Atlet PON Sumsel di jalanan.

“Kejadian itu mengagetkan bahkan mungkin memilukan namun itu bukan salah para Atlet, dari media yg memberitakan menyebutkan itu semua karena sebagai tindakan kekecewaan para Atlet ke KONI Sumsel yang tidak mampu memberikan kebutuhan peralatan olahraga,” Kata Harda ke wartawan, Minggu (15/08).

Harda menilai tanggapan ketua KONI Sumsel yang menyayangkan penggalangan dana tersebut dan menilai ada unsur politik hanya untuk mencari kambing hitam dan lari dari tanggung jawab.

“Ketua KONI semestinya introspeksi diri, tidak usah menyalahkan siapapun apalagi menyebut ada unsur politiknya. Tentu, itu sangat berpengaruh terhadap semangat para Altet yang diharapkan bisa berprestasi saat PON di Papua nanti,” Ungkapnya.

Menurut Harda, para Atlet mau mempersiapkan diri dengan latihan semaksimal mungkin namun KONI belum juga memfasilitasi maka wajar mereka menggalang dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan peralatan olahraga.

“Mereka mau latihan agar saat nanti pertandingan bisa mengharumkan nama Sumsel dengan prestasi, kan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kalau persoalan perlengkapan peralatan olahraga saja mereka tidak dipenuhi oleh KONI bagaimana kita berharap lebih ke para Atlet. Mereka itu sebentar lagi sudah mau ke Papua untuk ikut PON namun peralatan pertandingan belum siap, akhirnya mereka ambil jalan dengan minta dukungan masyarakat dengan mengecek di jalanan,” Tambahnya.

Harda menjelaskan mengenai peralatan yang sedang dalam proses pengadaan sebagai kelalaian dan bentuk ketidak seriusan KONI dalam menangani olahraga di Sumsel.

“Dalih ketua KONI itu kan masih dalam proses pengadaan, lah waktu yang sudah mepet ini belum juga selesai artinya kan tidak bekerja profesional dan cepat serta tidak fokus dalam membina para Atlet” Ujarnya.

“Saya pikir, ketua KONI sudah kehilangan marwahnya jadi terserah dia apa masih mau mempertahankan jabatannya atau dengan jiwa kesatria mengundurkan diri sehingga KONI bisa diurus oleh orang yang kompeten dan kejadian memalukan itu tidak terulang lagi,” Tutup Harda. (09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *