Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Pendekar Kuntau Se-Kalsel Bersatu Warisan Budaya Siap Diusung Menuju Fornas 2027

Banjar, Darahjuang.online – Puluhan pendekar silat budaya dari berbagai perguruan kuntau di Kalimantan Selatan berkumpul dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan yang diikuti sekitar 60 perguruan kuntau ini digelar di Posko Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK), Komplek BSD, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Minggu (04/01/2026).

Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan antarperguruan sekaligus memperkuat eksistensi kuntau sebagai seni bela diri khas Kalimantan Selatan. Kegiatan ini turut dihadiri Pengurus Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) KORMI Nasional Gunawan Wibowo serta Ketua Umum Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Awang Suwanda.

Dalam sambutannya, Gunawan Wibowo menegaskan bahwa kuntau merupakan kekayaan budaya bangsa yang memiliki keunikan dan nilai historis tinggi. Menurutnya, olahraga tradisional seperti kuntau harus terus dibina agar tidak tergerus zaman dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“KORMI memiliki tugas untuk menggali dan membangkitkan olahraga tradisional di daerah. Kuntau adalah identitas budaya yang harus kita jaga dan kembangkan,” terangnya.

Ia juga menilai Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk tampil pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah. Antusiasme para pendekar yang hadir dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan atlet dan pelaku seni bela diri budaya ke depan.

Sementara itu, Ketua Umum APPSBI Awang Suwanda menyampaikan bahwa organisasinya telah menaungi perguruan pencak silat budaya di 27 provinsi dan berada di bawah naungan KORMI. Ia menegaskan bahwa APPSBI terbuka bagi seluruh perguruan tanpa membedakan latar belakang.

“Selama itu berbasis budaya pencak silat, termasuk kuntau, kami terbuka untuk semua. Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan warisan budaya bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Awang Suwanda juga secara resmi melantik Saipurrahman sebagai Wakil Ketua Umum APPSBI. Ia berharap kepengurusan baru ini mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Awang menambahkan, pengakuan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya. Ia menargetkan pada 2027 mendatang, pencak silat budaya, khususnya kuntau, benar-benar menjadi kebanggaan dan identitas asli Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun internasional.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *