Barabai, Darahjuang.online — Melewati hutan menyeberangi sungai, itulah ke saharian yang selalu anak-anak pedalaman Meratus lewati setiap harinya, untuk bisa menimba ilmu di sekolah.
Dari kaki pegunungan Meratus, Juma’at tanggal 25 November 2022. Ketika Awak media Darah Juang Online Nasional mengikuti anak-anak suku Dayak ini untuk bersekolah demi menggapai cita-citanya, tak jarang mereka terkadang jatuh bangun saat berjalan kaki karena licin nya jalan yang mereka lalui.
Dengan memakai baju biasa sehari-hari mereka pakai, mereka berangkat menuju sekolah.
Tanpa alas kaki mereka menyusuri jalan berkelok dan terjal, serta menyeberangi beberapa sungai, setelah sampai di sekolah baru mereka berganti baju dan celana seragam sekolah.
Anak-anak ini menempuh perjalanan kurang lebih 4 kilometer dari desa mereka tinggal untuk ke sekolah, sedangkan waktu perjalanan bagi mereka yang sudah terbiasa memakan waktu 30 sampai 40 menit perjalanan untuk sampai.
Sedangkan bagi orang yang tidak terbiasa bisa memakan waktu 1 jam bahkan sampai 1 setengah jam perjalanan baru sampai.
Satu di antara anak-anak suku Dayak Meratus, Andhika (9)tahun kelas 4, murid SD Negeri 3 desa Haruyan Dayak, kecamatan Hantakan, kabupaten Hulu sungai Tengah (HST) saat berbincang langsung dengan awak media di perjalanan.
“Kami terpaksa tidak bersekolah kalau hujan deras turun dan kami hanya meminta latihan tugas sekolah lewat Gawai kepada ibu/bapak guru kami.
Semua di lakukan karena takut menyeberangi bantaran sungai yang lumayan deras dan rawan longsor di jalanan yang kami lewati,” ujar Andhika.
Sedangkan orang tua Andhika, Nina (26) tahun menuturkan ke khawatiran bagi kami selaku orang tua jika harus mengizinkan anak-anak untuk tetap pergi ke sekolah saat hujan deras turun.
“Kami tidak mengizinkan anak-anak kami berangkat ke sekolah jika hujan, di karenakan jalanan sangat licin dan sungai yang mereka lalui terkadang airnya meluap,” terangnya.
Andhika dan ibunya, serta warga lainnya berharap besar kepada pihak pemerintah agar benar-benar memperhatikan jalan dan di buatkan jambatan yang melintasi sungai harapnya.
Sementara itu kepala desa Haruyan Dayak Suhadi Anang, saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp nya menanggapi dan sangat berharap adanya perhatian khusus dan serius dari pemerintah daerah terkait hal ini.
Mengingat desa Haruyan Dayak, kecamatan Hantakan, kabupaten Hulu sungai tengah (HST), wabil khusus mewakili warga yang tinggal di dusun Tamburasak.
“Kami sangat berharap peningkatan dalam pembangunan sarana prasarana jalan dan jembatan kejenjang pengerasan dan berlanjut kepada pengaspalan jalan,juga pembangunan jembatan yang di lintasi di sepanjang ruas jalan dusun impun, menuju ke Tamburasak dan macatur ,” dalam pesan singkat yang di terima awak media ini, dari Pak Kades. (Red 12)


















