Banjarbaru, Darahjuang.online – Polres Banjarbaru melaksanakan panen jagung kuartal I bersama Kelompok Tani Makmur Subur dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan panen berlangsung di lahan pertanian seluas sekitar 6 hektare yang berlokasi di Jalan Seledri, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan panen perdana ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Banjarbaru, kelompok tani, dan Dinas Pertanian dalam meningkatkan produksi jagung di daerah.
“Kegiatan hari ini merupakan panen perdana jagung di Kota Banjarbaru bersama kelompok tani di wilayah Sungai Ulin. Lahan yang dikelola saat ini sekitar 6 hektare dan proses panen menggunakan alat combine agar lebih cepat, sekaligus membantu memipil jagung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil panen jagung nantinya akan melalui proses pengeringan terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada pihak terkait sebagai bagian dari program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Setelah dipanen, jagung akan dibawa ke dryer untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya hasil panen akan didistribusikan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari program pemerintah dalam mendukung swasembada pangan,” jelasnya.
Menurutnya, program penanaman jagung ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui jajaran Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para petani.
“Kami merealisasikan program pemerintah dengan bekerja sama bersama para petani dan dinas terkait untuk memperbanyak penanaman jagung sehingga dapat mendukung kebutuhan pangan nasional,” katanya.
Terkait harga jagung, Kapolres menyebut saat ini petani mendapatkan harga jual yang cukup baik berkat adanya intervensi pemerintah sehingga memberikan kepastian bagi petani.
“Dari penyampaian para petani, harga jagung saat ini termasuk yang paling tinggi yang pernah mereka rasakan. Untuk kadar air sekitar 18 persen harganya berkisar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram, sedangkan kadar air 13 sampai 14 persen bisa mencapai sekitar Rp6.400 per kilogram,” ungkapnya.
Ia berharap adanya kepastian harga tersebut dapat mendorong petani semakin bersemangat menanam jagung sehingga produksi terus meningkat.
“Harapannya dengan adanya kepastian harga dan dukungan pemerintah, para petani tidak ragu lagi untuk menanam jagung karena hasilnya jelas dan dapat menguntungkan petani maupun pihak lainnya,” pungkasnya.(14).
Polres Banjarbaru Panen Jagung Perdana, Dorong Swasembada Pangan 2026
















