Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Polsek Banjarbaru Utara Pantau Pembajakan Lahan 44 Hektare, Persiapan Tanam Jagung di Tengah Kemarau

BANJARBARU, Darahjuang.online – Polsek Banjarbaru Utara terus mendorong kesiapan kelompok tani dalam menghadapi musim tanam jagung, di tengah kondisi kemarau yang masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Upaya tersebut dilakukan dengan memantau langsung proses pembajakan lahan milik kelompok tani binaan Makmur Subur, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengolahan lahan sebelum memasuki musim hujan.

Alaku

Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, pihaknya tetap berkonsentrasi pada penanganan dan pencegahan Karhutla. Namun, di sela kegiatan tersebut, kepolisian juga menyempatkan diri melakukan pendampingan terhadap kelompok tani binaan.

“Untuk kegiatan Polsek Banjarbaru Utara tetap konsentrasi penanganan Karhutla. Namun demikian, ketika ada waktu luang, kita sempatkan ketemu dengan kelompok tani binaan kita, yaitu Makmur Subur,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kemarau menjadi momentum bagi petani untuk melakukan persiapan awal pengolahan lahan. Pembajakan pertama dilakukan sejak sekarang, sedangkan pembajakan berikutnya akan dilakukan ketika hujan mulai turun dan kondisi lahan memungkinkan untuk ditanami.

“Apalagi ini kemarau, kemudian kita arahkan untuk kelompok tani untuk persiapan pengolahan lahan. Ini sekitar mulai kita traktor, kemudian nanti ketika mendekati sudah air hujan turun, kita traktor kembali kemudian langsung persiapan tanam,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, lahan yang dipersiapkan memiliki luasan sekitar 44 hektare dan ditargetkan dapat ditanami secara serentak pada akhir tahun. Luasan tersebut membuat persiapan lahan perlu dilakukan lebih awal agar tidak terkendala ketika memasuki musim tanam.

“Lahannya sangat luas, sekitar 44 hektare untuk akhir tahun ini. Enggak mungkin kalau tidak melakukan persiapan, jadi nanti tidak sempat. Mudah-mudahan kita bisa tanam serentak karena lahannya cukup luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makmur Subur, Halim, mengatakan pembajakan pertama dilakukan pada musim kemarau sebagai bentuk persiapan. Setelah hujan mulai turun, lahan akan kembali dibajak sebelum memasuki tahap penanaman yang diperkirakan berlangsung sekitar November.

“Untuk sekarang musim kemarau, kita persiapan lahan itu pembajakan yang pertama. Nanti di saat musim hujan sudah mulai turun, kita bajak kedua, langsung persiapan tanam,” ungkap Halim.

Ia menjelaskan, persiapan tersebut penting agar petani dapat memanfaatkan ketersediaan air ketika musim hujan tiba. Dengan pengolahan lahan yang dilakukan lebih awal, proses penanaman diharapkan dapat berjalan sesuai periode yang telah direncanakan.

Selain mempersiapkan lahan, Halim menegaskan kelompok tani juga memberikan perhatian terhadap potensi Karhutla. Para petani berupaya menjaga lahan agar tidak terbakar, mengingat kondisi kemarau membuat lahan lebih rentan terhadap kebakaran.

“Kita menjaga supaya lahan kita enggak kebakaran, karena dapat mengakibatkan Karhutla kalau kebakaran,” tegasnya.

Pendampingan yang dilakukan Polsek Banjarbaru Utara bersama kelompok tani tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *