Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Program Amtsilati di Martapura Cetak Generasi Mampu Membaca Kitab Kuning, 3 guru RMA Di Wisuda

oplus_0

Martapura, Darahjuang.online – Takhassus Hidayatul Mubtadiin Amtsilati menggelar Wisuda Amtsilati ke-5 dan Wisuda Fathul Qorib ke-1 di Musala Al Fadil, Jalan Kebun Serai, Komplek Raja Indrasari Blok C 05, Martapura, Sabtu (23/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan kitab kuning berbasis metode Amtsilati yang dikenal sebagai metode cepat membaca dan memahami kitab. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para santri, wali santri, serta sejumlah tokoh pondok pesantren.

Pembina Takhassus Hidayatul Mubtadiin Amtsilati, Guru Akhmad Suwaimi menjelaskan, program Amtsilati merupakan metode pembelajaran yang difokuskan agar santri mampu membaca sekaligus memahami isi kitab kuning dalam waktu relatif singkat.

“Alhamdulillah hari ini itu wisuda program Amtsilati, yang mana Amtsilati ini adalah program cepat membaca kitab. Selama ini santri yang sudah wisuda hari ini sudah menempuh kurang lebih pembelajaran selama delapan bulan,” ujar Guru Ahmad Suwaimi saat diwawancarai usai kegiatan.

Beliau menerangkan, dalam proses pembelajaran para santri tidak hanya diajarkan cara membaca kitab, namun juga memahami kandungan isi kitab. Menurutnya, wisuda Fathul Qorib menjadi jenjang lanjutan dalam pendalaman pemahaman kitab kuning.

“Di dalam Amtsilati ini pertama fokusnya bagaimana caranya santri itu bisa membaca kitab dan memahami kitab. Sebagaimana yang sudah terlaksana hari ini ada wisuda Fathul Qorib, ini jenjang daripada Amtsilati. Jadi di Fathul Qorib ini khusus santri itu untuk cara menjelaskan cara memahami kitab kuning,” jelasnya.

Pada wisuda kali ini, sebanyak 11 santri dinyatakan lulus program Amtsilati, sedangkan empat santri lainnya lulus pada jenjang Fathul Qorib.

“Alhamdulillah saat ini yang wisuda Amtsilati ada 11 orang, yang Fathul Qorib ada 4 orang,” katanya.

Guru Ahmad Suwaimi juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok RMA Radhotul Muta’allimin An-Nahdliyah Guntung Manggis yang turut mengirimkan ustadz dan ustadzah untuk mengikuti program hingga selesai.

“Alhamdulillah kali ini, ini yang pertama bagi kami. Alhamdulillah ada ustadz-ustadzah dari Pondok RMA Radhotul Muta’allimin An-Nahdliyah Guntung Manggis yang mengikuti program Amtsilati hingga selesai, dan satu apresiasi bagi kami kepercayaan RMA menyambung metode Amtsilati-nya di takhassus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren RMA, Guru Muhari, menyampaikan rasa bangga terhadap para santri dan tenaga pengajar yang berhasil menyelesaikan program tersebut. Ia menilai keberadaan lulusan Amtsilati akan memperkuat program ilmu alat di pondok pesantren yang dipimpinnya.

“Pertama, salut bagi anak-anak kita yang mau belajar dan menamatkan lulus di program Amtsilati ini. Satu lagi dari ustazah kami yang ikut juga, jadi totalnya ada tiga. Ini memperkuat program ilmu alat yang ada di pondok RMA, sehingga mudah-mudahan ini menjadi perekat, magnet bagi masyarakat yang menyekolahkan di pondok RMA,” ungkapnya.

Menurut Guru Muhari, para ustadzah yang telah diwisuda nantinya akan terus mengajar di lingkungan pondok pesantren dengan bekal kemampuan dan legalitas pengajaran metode Amtsilati.

“Nggih, otomatis yang ini kan mereka sudah mengajar sebenarnya. Jadi mereka memperkuat saja. Dengan adanya wisuda ini, artinya mereka sudah punya lisensi lah istilahnya untuk mengajar Amtsilati,” katanya.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi penerus pondok yang bermanfaat bagi umat dan mampu menjadi penerang di tengah masyarakat.

“Ya, mereka mudah-mudahan nanti jadi penerus pondok RMA, kemudian bisa baca kitab, bisa jadi penerang umat dan lain sebagainya, yang bermanfaat bagi umat Rasulullah,” tutupnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *