Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Puluhan Truk Sampah Menumpuk, Oknum Ini Sebut Kawan Saya Jurnalis Juga

Bengkulu, Darah Juang Online – Menjadi pertanyaan publik, mengapa sampah menumpuk di pinggir jalan pintu masuk Bengkulu Tengah dari Kota Bengkulu. Puluhan truk sampah itu, menumpuk tepat di seberang jalan timbangan mobil milik Pemerintah Kota Bengkulu tidak jauh dari pom bensin air sebakul.

Penasaran dengan tumpukan sampah yang diduga akan mencemari lingkungan itu, Darah Juang Online menggelar investigasi langsung kelapangan. Rabu (03/08/22) pagi.

Alaku

Darah Juang Online mencari tahu mengapa sampah itu menumpuk dengan bertanya kepada warga sekitar. Tidak jauh dari lokasi tumpukan sampah itu, terlihat ada rumah warga dan ada dua perempuan muda. Sayangnya, saat ditanya mengapa banyak sampah itu menumpuk salah seorang wanita itu menjawab tidak tahu. Lalu ia (red) mengarahkan untuk untuk menggali informasi kepada dua orang yang sedang berbincang tidak jauh dari tempatnya.

“Entah kami tidak tahu. Coba tanya dengan ibu itu. Ibu itu pemilik tanah,” kata perempuan muda itu.

Arogan, oknum berbaju dinas putih marah-marah.

Saat tim investigasi menuju ibu-ibu sedang asik ngobrol dengan salah seorang oknum yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan seragam baju putih. Saat itu juga oknum itu dengan papan nama Hendra nampak emosi.

“Ngapain kau liput ini urusan pribadi. Yang punya tanah ini kawan saya. Kawan saya butuh sampah untuk menimbun, ya saya kasih. ” Kata Hendra dengan nada tinggi.

Selanjutnya, ia juga terlihat garang dengan menyebut banyak kawan wartawan.

“Kau jurnalis endak masuki urusan pribadi itu apo?. Wartawan kerja harus sesuai SOP. Kawan saya juga banyak wartawan. ” Katanya lagi.

Warga sekitar merasa terganggu.

Usai bertemu dengan oknum yang diduga ASN itu, tim investigasi kembali menggali informasi dengan warga lainnya. Tim bertemu dengan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku merasa terganggu dengan tumpukan sampah itu.

“Terus terang kami merasa terganggu dengan tumpukan sampah itu. Sampah itu berbau saat baru tiba. Entah kalo hujan, mungkin akan lebih bauk,” ungkapnya.

Ditanya mengapa sampah-sampah itu menumpuk ia (red) menjawab tidak tahu.

“Kami tidak tahu. Tiba-tiba sampah-sampah itu sudah menumpuk dimulai tadi malam,” terangnya.

Lain Pihak.

Tidak lama kemudian, usai Darah Juang Online mewawancarai warga sekitar, datang seseorang dengan wajah garang mengaku pemilik tanah.

“Tanah ini milik saya, sampah-sampah itu mau saya gunakan untuk menimbun. Saya juga bergabung di group wartawan. Kawan-kawan saya banyak juga wartawan. ” Katanya dengan nada tinggi. (01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *