Banjarbaru, Darahjuang.online – Sedari masih usia Belia Dr.Muhammad Bayu Hermawan, sudah mengenal Sorgum, pengenalan Sorgum dari neneknya, di saat itu selalu di olahkan aneka macam masakan yang di jadikan aneka kudapan.
Tanaman kerabat dari padi ini, berlahan di lupakan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menanam sorgum.
Pada tahun 2013, Dr.Bayu teringat akan cerita neneknya tentang kandungan dan kegunaan dari tanaman Sorgum tersebut, hingga ia mencari tahu dan menggali informasi tentang tanaman Sorgum ini.
Semenjak itu, pria yang saat ini tinggal di Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara ini, di tahun 2015 hingga 2017 semakin rajin mempelajari pembuatan sorgum dan tak mengenal lelah meriset Sorgum.
“Waktu itu Mengawali usaha sorgum, saya dengan modal 13 juta hasil dari usaha pertama hasil bisnis jamur tiram, selanjutnya saya mendapatkan benih dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali.
Karena tidak ada lagi masyarakat Kalimantan Selatan yang menanam sorgum,” ucap Dr. bayu Hermawan seraya menerawang ke masa lalu.
Pemilik pabrik olahan Sorgum di Kota Banjarmasin PT.Banua Tani Makmur ini menambahkan.
“Pengenalan tentang manfaat dan kandungan Sorgum ke masyarakat saat itu sangat sulit dan membutuhkan waktu lama, tapi saya tidak putus harapan hingga berhasil menciptakan berbagai inovasi dari tanaman Sorgum, seperti tepung, gula dan kecap,”terang Dr.Bayu saat bersama awak media, Jumat 16/08/2024.
Keberhasilan itu membuat Bayu semakin bersemangat hingga tahun 2019, Bayu mematenkan produksi dan memberi nama produknya.
“Nama merek produk Sorgum saya di ambil dari bahasa Dayak yaitu Tambiyaku,”imbuhnya.
Selain itu, Bayu menjelaskan manfaat dari Sorgum untuk kesehatan, sebagai contoh penderita diabetes melitus memerlukan makanan karbohidrat komplek, sehingga mengonsumsi sorgum bisa pengganti dari beras.
“Kandungan protein sangat tinggi dari Sorgum, sehingga sangat cocok di konsumsi oleh atlet dan pelaku fitness,”tambahnya.
Produk Tambiyaku saat ini sudah tersebar kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Kalimantan, dan Tambiyaku sudah menebus pasar ekspor di, Australia, Singapura, serta di Afrika.
“Saat ini kita fokus di pasar lokal, karena peluang di pasar lokal masih terbuka lebar,”tutup peraih penghargaan Petani Muda Indonesia 2018.
Dari pendapatan yang di dapat, omzet Bayu mencapai 300 juta rupiah dari perniagaan produk olahan Sorgum tersebut.
(14).
Sejak Usia Dini Mengenal Sorgum, Dr.Bayu Hermawan Sukses Ekspor Berbagai Olahan Sorgum Ke Luar Negeri
















