Alaku
Alaku
Alaku

Ulama Minta Poldasu Tutup Judi Tembak Ikan Bebas Beroperasi

  • Bagikan

Medan, Darah Juang Online – Ulama meminta Poldasu menutup judi Tembak Ikan yang bebas berkeliaran Kalangan masyarakat meminta sejumlah lokasi judi disebut-sebut milik Awie dan Pipit di kawasan wilayah hukum (Wilkum) Polres Belawan agar menggerebek dan menutup.sejumlah lokasi judi yang ada di daerah tersebut.

Menurut pantauan wartawan, adapun lokasi-lokasi judi tembak ikan, pertama di Jalan Veteran Pasar IX, Manunggal tepatnya di seberang bengkel mobil Memen, kedua, Jalan Pasar IX Dusun VI, Manunggal, ketiga, Jalan Pasar II Timur Gang Pabrik Udang tepatnya di seberang Pekong (rumah ibadah Tionghoa). Keempat, Jalan M Basir/Marelan Pasar V tepatnya disebelah Komplek Marelan Poin, rumah pintu warna biru dekat Pekong, kelima, Jalan Platinum, Komplek Kota Baru, Blok A Marelan, keenam, Jalan Platina Raya Komplek Ruko Kota Baru Blok B Marelan.

Alaku

Disebutkan, keenam lokasi judi tembak ikan itu merupakan wilayah hukum Polres Belawan, Polda Sumut. Kuat dugaan pengelola judi tembak ikan itu disebut-sebut Pipit dan Cici.

Ironisnya, Kapolres Belawan hingga kini belum merespon atau menindaklanjuti terkait sejumlah lokasi-lokasi judi tembak ikan yang eksis di Wilkum Polres Belawan.

Menyikapi hal itu, Ketua GEMMA Masjid Sumut, Masdar Tanbusai mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan Polrestabes Medan agar segera menutup sejumlah lokasi judi yang ada beroperasi di wilayah hukumnya masing-masing khususnya
di lokasi tersebut.

“Kita berharap kepada Kapolda Sumut Bapak Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Kapolrestabes Medan Bapak Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, agar memerintahkan anggota untuk menutup lokasi judi yang ada di wilayah hukum yang dipimpinnya,” kata Ustadz Masdar Tambusai menjawab wartawan melalui telepon selularnya di Medan, kemarin. Sabtu (17/2/24)

Ustadz Masdar menegaskan, perlunya segera kepolisian menutup lokasi judi tersebut, selain untuk penegakan hukum juga bertujuan menciptakan ketertiban dan kondusifitas dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu. “Sebab kita tidak ingin pesta demokrasi yang sudah digelar setiap lika tahun ini nantinya tercoreng akibat adanya kemungkinan keributan dari lokasi perjudian tersebut ,” bebernya.

Apalagi,lanjut Ustadz Masdar yang juga Politisi Partai Golkar ini, selama ini disebut-sebut adanya keresahan disampaikan warga di sejumlah lokasi perjudian tersebut. “Makanya kita minta sebelum terjadinya hal hal tidak diinginkan, kepolisian harus segera menutup lokasi perjudian tersebut bila perlu secara permanen,” harapnya.

“Apalagi kita mendengar dari sejumlah kalangan masyarakat, lokasi perjudian tersebut omsetnya bisa mencapai puluhan milyar rupiah. Sehingga dapat dibayangkan bahwa lokasi perjudian itu telah merusak keuangan dan perekonomian warga,” imbuhnya. (Rls/01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *