Alaku
Alaku
Alaku

Universalitas Nilai-Nilai Islam: Menjawab Tantangan Zaman untuk Umat dan Bangsa

  • Bagikan

Universalitas Nilai-Nilai Islam: Menjawab Tantangan Zaman untuk Umat dan Bangsa

Pemateri : Anas Urbaningrum

Alaku

Oleh : Deni Andrea (HMI Cabang Bengkulu)

Badko : SUMBAGSELPeserta LK III HMI BADKO JABAR.

Pengalaman yang sangat berharga bagi kami peserta Latihan Kader III HMI Badan Koordinasi Jawa Barat. Bersyukur dan berbahagia, Kanda Anas Urbaningrum di sela-sela kesibukan, berkenan meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman serta ilmu dan pengetahuannya. “Universalitas Nilai-Nilai Islam: Menjawab Tantangan Zaman untuk Umat dan Bangsa”. Ini merupakan pembahasan yang disampaikan dan dibagikan kepada kami.

Tema yang diangkat adalah tema yang sangat berharga dan sangat progresif untuk aktor umat dan bangsa kedepannya. Menghadirkan sifat keberanian akan tanggung jawab untuk mengambil peran akan persoalan bangsa menjadi bagian solusi bangsa ini.

DI sinilah kader HMI juga akan menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Bukan sebaliknya, justru berpotensi menjadi bagian yang berdampak negatif kepada diri sendiri, bahkan negara.

Dalam hal ini bisa dikatakan kita harus memilih, apakah kita mau menjadi bagian dari produsen peradaban atau menjadi konsumen peradaban?..

Namun untuk menciptakan peradaban yang baik, kita harus mempunyai sifat dan sikap kongkrit akan hal ini.

Dijelaskan ada beberapa point penting untuk menciptakan peradaban yang baik ini, berikut beberapa point tersebut :

1. Ketrampilan kepemimpinan (mampu menggerakkan seluruh potensi).

2. Kapasitas intelektual (mampu memahami masalah dan memberikan solusi).

3. Kesadaran dan komitmen.

4. Ketangguhan karakter (kesadaran spiritual dan kesadaran budaya)..

Berkaca kepada sejarah indonesia pada zaman penjajahan. Dimana dulu masyarakat Indonesia sudah memikirkan masa yang akan datang, sebab pada waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Dengan hal ini, maka masyarakat indonesia belajar dengan sepenuhnya dikelas-kelas yang dibuat oleh bangsa asing waktu itu untuk membalas apa yang terjadj pada waktu itu, karena ingin merdeka dan bebas dari kebodohan yang ada.

Artinya apa ?, adanya pembangunan kesadaran atas masyarakat indonesia pada waktu itu..

Dengan hal ini, pembangunan kesadaran sangatlah penting dengan kondisi yang semakin kompleks pada saat ini karena arus globalisasi.

Seharusnya generasi muda harus bangun kesadaran itu. Contoh terkecil aja, kita boleh sekolah sampai ke luar negeri, tapi ayo kembali ke Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat dan negara.

Jika tidak, maka kita akan terbawa arus buruk akibat globalisasi itu sendiri.

Dari permasalahan atas bangsa akibat dari era globalisasi ini, seharusnya penting bagi kita untuk “Revolusi Kesadaran” atas problematika bangsa.

“Sebab penggerak energi besar tidak boleh dipinggir, karena dipinggir sama beda tipis dengan penonton.” Sudah seharusnya kita mempersiapkan diri dari atmosfer seperti hal tadi.

Disini mengingatkan kita bahwa menjadi Aktor Sejarah atau Penjahit Sejarah itu penting.

Adapun salah satu hal yang kongkrit untuk aktor sejarah ialah meninggalkan legacy dan tanpa adanya patahan dari apa yang dia lakukan sejak dalam perjuangannya.

Di dalam memenuhi tugas sejarah, manusia harus berbuat sejalan dengan arus perkembangan itu menuju kepada kebenaran.

Hal itu berarti bahwa manusia harus selalu berorientasi kepada kebenaran, dan untuk itu harus mengetahui jalan menuju kebenaran itu.

Dia tidak mesti selalu mewarisi begitu saja nilai-nilai tradisional yang tidak diketahuinya dengan pasti akan kebenarannya. Oleh karena itu kehidupan yang baik adalah yang disemangati oleh iman dan diterangi oleh ilmu..

Sehingga dalam hal ini juga kita tidak hanya menjadi konsumen sejarah, tapi kita harus penting menjadi produsen sejarah itu sendiri.

Mengingat juga anak muda adalah generasi yang bakal menyambut masa depan dan yang akan memegang tongkat estafet perjuangan bangsa ini.

Banyak yang terpanggil, tapi sedikit yang terpilih. Maka wajib bagi generasi muda penerus bangsa memiliki keberanian, bukan pengecut dan penakut. Inilah merupakan panggilan sejarah bagi anak muda sekarang ini.

Rilis Oktober 2023. (Red 01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *