Upaya Pelestarian HL Bukit Sanggul, GPA Gendong Adventure Lakukan Explore the Tropical Rainforest Sumatra
Bengkulu , Darahjuang.online – GPA Gendong Adventure kembali menggerakkan misinya dalam upaya penyelamatan hutan hujan tropis Sumatra melalui agenda Explore the Tropical Rainforest Sumatra edisi Hutan Lindung Bukit Sanggul, Provinsi Bengkulu, pada 26 Mei 2026.
Selanjutnya tim yang terdiri dari 5 (lima) orang akan diberangkatkan langsung ke lokasi untuk melakukan eksplorasi, dokumentasi, dan pengumpulan data lapangan.
Agenda ini dirancang bukan sekadar kegiatan ekspedisi, melainkan sebagai langkah konkret dalam penyelamatan ekosistem hutan hujan tropis Sumatra yang terus menghadapi tekanan deforestasi dan degradasi lingkungan. Fokus kegiatan di Hutan Lindung Bukit Sanggul dipilih karena kawasan tersebut memiliki peran ekologis penting bagi Provinsi Bengkulu.
Ketua Umum GPA Gendong Adventure, Haikal Rohansyah, menyampaikan “Kami percaya bahwa perubahan nyata dimulai dari aksi langsung di lapangan. Melalui misi ini, kami ingin membawa kembali data, cerita, dan bukti bahwa Hutan Lindung Bukit Sanggul masih layak untuk dijaga dan diperjuangkan.” Ungkapnya.
Harapan kami, “langkah kecil 5 orang ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi penyelamatan hutan hujan tropis Sumatra, khususnya di Bengkulu, dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hutan adalah warisan yang tidak boleh hilang.” Tegas Haikal.
Untuk diketahui, Program Explore the Tropical Rainforest Sumatra sendiri telah dimulai sejak tahun 2024. Dalam perjalanan tersebut, GPA Gendong Adventure telah melakukan eksplorasi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) melalui jalur Masurai, Bentang Alam Seblat di Mukomuko dan Bengkulu Utara, Taman Wisata Alam Bukit Kaba melalui jalur Sempiang, hingga Hutan Lindung Bukit Daun melalui Desa Air Bening.
Seluruh perjalanan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus mendokumentasikan, mengedukasi, dan menyuarakan pentingnya perlindungan dan penyelamatan hutan hujan tropis Sumatra.
GPA Gendong Adventure berharap hasil dari misi ini dapat menjadi bahan edukasi, advokasi, dan kolaborasi lanjutan bersama masyarakat, akademisi, serta pihak terkait untuk memperkuat perlindungan dan penyelamatan hutan di Provinsi Bengkulu. Pungkasnya. (01)


















