JAKARTA, Darahjuang.online – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI di Grand Ballroom Convention, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (22/10).
Dalam acara tahunan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut hadir secara langsung untuk memberikan pengarahan utama kepada ratusan Kepala Daerah tingkat Provinsi hingga Kabupaten Kota dari seluruh pelosok Indonesia.
Seluruh peserta mendengarkan secara seksama pengarahan langsung dari Kepala Negara, khususnya mengenai pentingnya Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Indonesia.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Wagub Emil Dardak dalam kesempatan tersebut kembali menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperluas inklusi keuangan daerah yang berkeadilan di Jawa Timur.
Bukan tanpa alasan, akses keuangan yang merata dan inklusif diyakininya menjadi modal serta fondasi utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Emil menekankan bahwa inklusi keuangan merupakan katalis penting agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses permodalan yang dibutuhkan guna mengembangkan unit usaha mereka.
“Mereka kemudian bisa mendapatkan peluang pengembangan usaha bukan saja dari modal, tapi juga dari basis pelanggan yang lebih luas. Apalagi di era digital,” ucap Emil Dardak.
Komitmen Pemprov Jatim dalam perluasan Inklusi Keuangan juga tercermin nyata pada fakta bahwa Jatim sukses tercatat sebagai provinsi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar kedua di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, nilai KUR di Jatim mencapai Rp 69,7 Triliun. Angka itu berkontribusi sebesar 15,7% dari KUR seluruh Indonesia.
Bahkan, Jawa Timur sebagai provinsi dengan perekonomian tertinggi kedua nasional juga berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada Semester I Tahun 2026 sebesar 5,84%. Angka ini bahkan juga melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.
Capaian positif ini tentu menjadi dorongan semangat dan motivasi tersendiri bagi Jawa Timur untuk terus berpihak pada keberlangsungan serta kemajuan UMKM. Hal ini mengingat fakta bahwa 60% dari perekonomian Jawa Timur justru ditopang oleh UMKM.
Hal ini sejalan dengan arahan langsung dari Gubernur Khofifah yang bertumpu pada dua strategi utama. Strategi pertama adalah melalui dukungan dari DPRD Jawa Timur untuk meningkatkan permodalan jaminan kredit daerah (Jamkrida) dan Sementara pada strategi kedua, Pemprov Jatim disebutnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk dana bergulir yang dikelola melalui Bank UMKM.
“Harapannya ini akan menjadi tambahan dari keseluruhan ekosistem pembiayaan UMKM.Supaya kita betul-betul bisa mendorong pelaku usaha kecil ini terdukung dari sisi modal,” tegasnya.
“Jadi itu yang kita sebut tadi berkeadilan,” pungkasnya.
Sementara itu dalam arahannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026, Indonesia menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar di dunia berdasarkan ukuran Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli, dengan nilai PDB mencapai US$5,48 triliun.
Ia menilai, capaian ini membuktikan bahwa Indonesia saat ini sudah on the right track. Oleh sebab itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Daerah dan pihak terkait lainnya atas berbagai upaya penyaluran Kredit bagi masyarakat guna mewujudkan Inklusi Keuangan yang lebih merata.
“Terima kasih atas seluruh upaya untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita ingin menggerakkan ekonomi dari bawah dari seluruh daerah di Indonesia,” ucapnya. (09)


















