Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Persoalan Kemiskinan, Wali Kota Medan di Demo GMNI

Medan, Darah Juang Online – Wali Kota Medan di Demo ratusan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, pada Rabu (20/12/2023) mereka mengadakan aspirasinya depan kantor wali Kota Jalan Kapten Mapulana Lubis No. 1 Medan.

Adapun tuntutan yang disampaikan mereka terkait penanggulangan kemiskinan dan pembangunan drainase.

Alaku

Terkait penanggulangan kemiskinan, menurut mereka. Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan kompleks. Kemiskinan di kota Medan sudah diatur dalam Perda Tahun 2015, ungkap Julpadli pimpinan aksi, dan memohon untuk bertemu dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, guna menyampaikan aspirasi mereka.

Sambung Bung Rama pimpinan DPC. GMNI Kota Medan, mengatakan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan pada tahun 2023 sebanyak 3,5 triliun, jika dihitung sebagaimana yang tertulis dalam Perda No.5 Tahun 2015 untuk penanggulangan kemiskinan sebanyak 350 miliar, dengan dana tersebut jika digunakan secara baik maka sangat tidak mungkin angka kemiskinan di Kota Medan dapat teratasi, kata Roma dan memohon kesediaan Wali Kota Medan bertemu dengan mereka untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dijelaskan Rama, Selain masalah kemiskinan. Kota Medan juga diwarnai banyak masalah sejak kepemimpinan Boby Nasution sebagai Wali Kota Medan banyak menimbulkan kontoversi dikalangan masyarakat mulai dari lampu pocong yang mangkrak, pembangunan tugu-tugu yang dinilai menghamburkan uang, pembangunan drainase yang dinilai tidak mempunyai kajian yang jelas, banjir parkir liar ditambah lagi tingginya angka kriminalitas, seperti begal, pencurian, narkoba, ungkap Rama.

Mereka yang memohon untuk bertemu dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution sejak siang hari sampai sore hari belum juga bertemu dengan Wali Kota, beberapa jam mereka menunggu kehadiran Bobby tidak juga bertemu untuk maksud menyampaikan aspirasi mereka.

Karena mereka merasa tidak dihargai menjadi kericuhan terjadi membakar ban bekas. Setelah itu Bobby juga belum turun menemui mereka terjadi juga kericuhan dengan aparat kepolisian dorong-dorongan, tetapi tidak ada korban jiwa.

Tiba kehadiran Bobby Nasution, menjelang memasuki Magrib itu, menjawab aspirasi mereka, Bobby bertanya terkait pembangunan drainase.

“Siapa mahasiswa di GMNI yang ada bagian teknik sipil kalau ada akan saya pakai untuk mengerjakannya, coba tunjuk tangan,” pinta Bobby. Pertanyaan yang disampaikan Bobby tidak ada yang menunjuk tangannya.

Terkait masalah kemiskinan Bobby bertanya balik kemiskinan mana yang kalian pertanyakan di Kota Medan dan ada beberapa faktor kemiskinan.

Kemiskinan Relatif, kultural, struktural dan absolut, dan Boby Nasution juga bertanya berapa dananya pembangunan di Kota Medan dari dana APBD. Jawaban mereka salah, jelasnya. (22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *