Banjarbaru, Darahjuang.online – Polsek Banjarbaru Utara menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Jalan Seledri, RT 19 RW 05, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Senin (27/7/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda). Sebanyak dua unit mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang sumurnya telah mengering.
“Hari ini Polsek Banjarbaru Utara bersama anggota membagikan air bersih kepada warga di Sungai Ulin, Jalan Seledri. Kami bekerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar dan mendistribusikan dua tangki air bersih,” terangnya.
Ia menjelaskan, masing-masing mobil tangki membawa 5.000 liter air, sehingga total air bersih yang disalurkan mencapai 10.000 liter.
“Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter, sehingga total yang kami distribusikan hari ini sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sejumlah sumur milik warga telah kering akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami melihat langsung kondisi sumur warga yang sudah kering dan tidak lagi menghasilkan air. Karena itu kami hadir membantu. Saat ini memasuki musim kemarau dan diperkirakan hujan baru akan turun sekitar awal Oktober. Selain itu, kami juga mengantisipasi dampak cuaca ekstrem El Nino yang berpotensi memicu kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Dirinya menambahkan, penyaluran bantuan air bersih tidak hanya akan dilakukan di wilayah Sungai Ulin. Pihaknya telah menginstruksikan para Bhabinkamtibmas untuk mendata daerah lain yang mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera diberikan bantuan.
“Kemungkinan lokasi lain juga akan kami bantu. Kami menunggu laporan dari para Bhabinkamtibmas terkait wilayah yang mengalami kekeringan, khususnya masyarakat yang belum terlayani jaringan PDAM. Jika membutuhkan, akan kami suplai air bersih,” tegas AKP Yuwono.
Sementara itu, Ketua RT 19 RW 05, Wiyanto, mengungkapkan warga telah mengalami krisis air bersih selama lebih dari satu bulan. Selama itu pula masyarakat terpaksa mencari air ke rumah keluarga maupun warga lain yang masih memiliki sumber air.
“Sudah lebih dari satu bulan sumur warga kering. Selama ini warga mencari air ke keluarga atau tetangga yang masih memiliki air. Bantuan dari Polsek ini merupakan yang pertama kami terima dan sangat membantu masyarakat,” ucap Wiyanto.
Ia menyebutkan, di wilayah RT 19 terdapat sekitar 160 kepala keluarga. Namun, sekitar 80 kepala keluarga masih mengandalkan sumur karena belum seluruhnya terlayani jaringan PDAM, sehingga bantuan air bersih tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.(14).
















