Banjarbaru, Darahjuang.online – Musim kemarau yang melanda Kalimantan Selatan dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga saat ini belum berdampak pada lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.
Di sampaikan oleh Direktur RSD Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, mengatakan berdasarkan data pelayanan rumah sakit, jumlah kasus ISPA masih relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, kasus pneumonia justru menunjukkan kecenderungan menurun.
Data pelayanan RSD Idaman mencatat, selama Juni 2026 terdapat 174 kasus ISPA dan 115 kasus pneumonia. Sementara pada periode 1 hingga 20 Juli 2026, tercatat 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia.
Karena data Juli belum mencakup satu bulan penuh, perbandingan dilakukan menggunakan rata-rata kasus harian. Hasilnya menunjukkan laju kasus ISPA masih berada pada kisaran yang sama dengan Juni 2026, sedangkan kasus pneumonia mengalami sedikit penurunan.
“Hingga saat ini data pelayanan kami menunjukkan belum ada lonjakan signifikan penyakit yang berpotensi diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Kasus ISPA masih relatif stabil jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, apabila tren tersebut berlanjut hingga akhir Juli, jumlah kasus ISPA diperkirakan tetap setara dengan bulan Juni. Sebaliknya, jumlah kasus pneumonia diproyeksikan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
“Data bulan Juli ini memang masih bersifat sementara karena belum mencakup satu bulan penuh. Namun berdasarkan rata-rata kasus harian, trennya masih stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan,” jelasnya.
Meski demikian, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, paparan asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan apabila kualitas udara memburuk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat terjadi kabut asap, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya. Dengan langkah pencegahan tersebut, risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat diminimalkan,” pungkasnya.(14).
RSD Idaman Banjarbaru Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus ISPA Dampak Karhutla
















