Banjarbaru, Darahjuang.online – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan kembali mencetak prestasi dalam memberantas peredaran narkotika di Banua. Kali ini, aparat berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar, yang terdiri dari 54,8 kilogram sabu, 10.355 butir ekstasi, serta 9.401 butir obat keras.
Pengungkapan ini merupakan hasil dari sinergi antara Ditresnarkoba Polda Kalsel dengan sejumlah Polres, termasuk Polres Banjarbaru, dalam operasi terpadu selama beberapa waktu terakhir.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha, menjelaskan bahwa nilai ekonomi dari barang haram tersebut ditaksir mencapai Rp62,24 miliar. Namun, menurutnya, yang paling penting bukan sekadar angka, melainkan jumlah nyawa yang berhasil diselamatkan.
“Jika diasumsikan satu gram sabu bisa digunakan oleh lima orang, maka total jiwa yang berhasil diselamatkan mencapai 286.574 orang. Angka ini cukup besar dan menunjukkan betapa seriusnya ancaman narkoba bagi masyarakat,” ujar Kapolda saat konferensi pers, Rabu (4/6).
Kapolda menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan interogasi tersangka, narkotika tersebut diduga kuat berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Kalimantan Barat, sebelum akhirnya disebarkan ke Kalimantan Selatan dan wilayah lain seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan.
Jaringan ini juga diduga memiliki keterkaitan dengan sindikat besar Fredy Pratama, yang dikenal sebagai salah satu jaringan pengedar narkoba lintas negara.
Dalam operasinya, para pelaku menggunakan beragam modus operandi yang terus berubah, termasuk pemanfaatan aplikasi komunikasi yang sulit dilacak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyidik di lapangan.
Meski demikian, Kapolda memastikan bahwa Polda Kalsel terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tak akan tinggal diam menghadapi para pelaku kejahatan narkotika.
Kapolda juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba. Ia mengimbau generasi muda agar menjauhi narkotika dan lebih memilih kegiatan positif yang bermanfaat.
“Narkoba ini musuh kita bersama. Kita harus terus bersinergi untuk memutus mata rantai peredarannya. Bangsa ini akan hancur jika generasinya dirusak oleh narkoba,” tegasnya.
Kegiatan ini, merupakan bentuk dukungan program Presiden RI Prabowo Subianto, di bidang Astacita, Polda Kalsel memastikan akan terus menggencarkan operasi dan pengungkapan jaringan narkoba serta obat obatan terlarang hingga ke akar-akarnya demi menjaga masa depan Banua dan Indonesia.(14).
Wujudkan Program Astacita Polda Kalsel Berhasil Ungkap 54,8 Kg Sabu, 10.355 Butir Ekstasi Dan 9.401 Obat Keras

















