Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Dugaan UGD Puskesmas Sungai Ulin Tanpa Petugas Jaga, Pasien Kritis terlantar

Banjarbaru, Darahjuang.online – Dugaan lemahnya kesiapan pelayanan kesehatan darurat kembali menjadi perhatian di Kota Banjarbaru. Seorang pasien berusia 61 tahun yang mengalami kejang hebat disebut datang ke UGD Puskesmas Sungai Ulin, Kamis (27/8/2026), namun diduga tidak mendapati petugas yang memberikan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Pasien bernama Suratmin dibawa rekannya, Ahmad Aini (45), setelah mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Pasien dilaporkan kejang-kejang hingga mulut mengeluarkan busa sehingga membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Alaku

Ahmad kemudian membawa Suratmin ke Puskesmas Sungai Ulin dengan harapan pasien dapat segera memperoleh pertolongan pertama. Namun, setibanya di lokasi, situasi di ruang UGD disebut tidak seperti yang diharapkan. Petugas medis yang seharusnya berada di garis depan pelayanan kegawatdaruratan tidak terlihat di ruangan tersebut.

Kondisi itu membuat pihak yang membawa pasien kebingungan. Di saat pasien membutuhkan tindakan cepat, mereka justru harus mencari alternatif fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan pertolongan.

Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut mempertanyakan kesiapan pelayanan UGD. “Waktu sangat berharga bagi nyawa pasien. Bagaimana mungkin ruang UGD yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa bisa kosong?” ujarnya.

Selain tidak menemukan petugas di ruang UGD, warga di lokasi juga mengaku mendengar suara musik dari sekitar area tersebut. Kondisi ini semakin menimbulkan pertanyaan mengenai aktivitas pelayanan saat kejadian berlangsung.

Pasien akhirnya dibawa kembali untuk mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan lainnya. Situasi tersebut menjadi perhatian karena dalam kondisi kegawatdaruratan, keterlambatan mendapatkan pertolongan dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien.

Kejadian ini kini menunggu penjelasan dari pihak Puskesmas Sungai Ulin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Publik perlu mengetahui apakah pada saat kejadian terdapat petugas yang bertugas, bagaimana sistem piket diterapkan, serta apa alasan pelayanan di ruang UGD disebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *