Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Kunjungan Ke Kalsel Kepala BPOM RI Tekankan Pengawasan Pangan Bergizi dan Pemberdayaan UMKM

oplus_2

Banjarbaru, Darahjuang.online – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan dan menghadiri agenda bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel di Aula Aberani Sulaiman, Senin (17/11/2025).

Dalam acara tersebut Prof. Taruna menguraikan tiga poin utama terkait program prioritas BPOM yang tengah dijalankan di berbagai daerah.

Poin pertama yang disampaikan adalah pentingnya pengawasan ketat terhadap penyediaan makanan bergizi bagi anak. Menurutnya, program ini menjadi salah satu prioritas nasional dan membutuhkan persiapan matang di daerah. Ia mengapresiasi Kabupaten Tabalong yang menjadi daerah percontohan dalam penguatan pengawasan untuk mencegah kasus-kasus keracunan pada anak yang mengonsumsi makanan dari program tersebut. Dan dirinya menyoroti upaya pendampingan bagi pelaku UMKM pangan tradisional.

“Saat ini, sekitar 400 ribu UMKM di sektor pangan telah tercatat, namun masih terdapat sekitar 1,3 juta pelaku usaha yang belum terjangkau pembinaan. BPOM, kata dia, tengah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta dukungan dari unsur TNI untuk memastikan UMKM mampu menghasilkan produk yang aman sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka,” jelasnya.

Dalam poin ketiga, Kepala BPOM menegaskan bahwa lembaganya tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi keamanan obat dan makanan. Dibutuhkan kerja bersama lintas sektor untuk mengurangi berbagai persoalan gizi dan kesehatan yang masih terjadi di masyarakat.

“Jumlah kasus penyakit tertentu mencapai hampir dua juta dengan sekitar 150 ribu kasus baru setiap tahunnya, sehingga perbaikan gizi dan kualitas pangan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda,” imbuhnya.

Selain itu, ia berharap kolaborasi antara BPOM, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan dan obat yang aman, serta mendorong peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha lokal.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *