Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Festival Budaya Banjar 2025 Dibuka, Disbudporapar Dorong Pelestarian Seni Lewat Program GSMS

oplus_0

MARTAPURA, Darahjuang.online – Festival Budaya Banjar dan Gelar Karya Seni Siswa melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) resmi dibuka di Aula Kecamatan Martapura Kota, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya.

Dalam kesempatan itu, Irwan menjelaskan bahwa pembukaan festival sempat tertunda akibat kondisi keamanan pada beberapa bulan sebelumnya. Namun, pihaknya bersyukur rangkaian acara akhirnya bisa digelar bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Banjar dan peringatan HUT ke-80 RI.

“Alhamdulillah, walaupun sempat tertunda, hari ini festival budaya dan gelar karya seni siswa tetap dapat dilaksanakan. Ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar. Kita berharap seluruh kegiatan berjalan lancar hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, festival ini mencakup dua agenda utama: Festival Seni Budaya Banjar dan Gelar Karya Seni Siswa GSMS, program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan anggaran APBN.

“Melalui program GSMS, pemerintah ingin memberikan ruang kepada sekolah dan siswa untuk belajar seni budaya lokal langsung dari para seniman. Kabupaten Banjar mendapat alokasi APBN untuk pelaksanaan kegiatan ini, dan harapannya tumbuh lebih banyak talenta seni di daerah,” imbuhnya.

Ketua Panitia GSMS 2025, Ina Wangsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan gerakan seniman masuk sekolah telah berlangsung selama empat bulan. Tujuh sekolah ditunjuk sebagai peserta, masing-masing dibimbing oleh satu seniman.

“Tujuh sekolah yang berpartisipasi dilatih oleh tujuh seniman selama empat bulan. Pendanaannya bersumber dari APBN dan APBD melalui skema kolaboratif. Semua sekolah nanti akan menampilkan karya terbaik mereka pada 22 November, bersamaan dengan penutupan Festival Budaya Banjar,” jelas Ina.

Adapun sekolah yang terlibat yaitu, SMPN 1 Aranio, SMPN 1 Gambut, SMPN 1 Paramasan, SMP Sungai Tabuk, SMPN 1 Martapura Kota, SMPN 1 Gambut, SMPN 1 Astambul, dan SMPN 1 Karang Intan.

Ina mengungkapkan bahwa total peserta festival mencapai lebih dari 500 orang dengan empat kategori lomba yang dipertandingkan.

“Ada empat kategori, yaitu lomba menulis aksara Banjar, festival Hadrah, festival Rudat, dan festival musik Panting. Semua mengangkat kesenian asli Banjar,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya akulturasi budaya di masa mendatang, Ina menyebutkan hal tersebut sangat memungkinkan sesuai arahan dinas dan perkembangan seni yang ada di Kabupaten Banjar.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan seni dan budaya Banjar bisa dikolaborasikan dengan budaya lain. Intinya tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal namun terbuka pada inovasi,” terangnya.

Festival Budaya Banjar dan GSMS 2025 diharapkan mampu menjadi ruang kreatif bagi pelajar dan seniman lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *