SURABAYA, Darahjuang.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan provinsinya kembali menjadi daerah dengan jumlah siswa terbanyak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 selama tujuh tahun berturut sejak 2019 hingga 2026.
“Alhamdulillah, Jatim terbanyak lolos SNBP 7 tahun berturut-turut. Ini adalah kabar yang sangat membanggakan dan harus kita syukuri,” kata Khofifah di Surabaya, Rabu.
Menurut Khofifah, Jatim dianugerahi anak-anak hebat. Capaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi siswa, tetapi juga menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan berjalan pada jalur yang tepat.
Berdasarkan data resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dari total 108.122 pendaftar, tertinggi secara nasional.
Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah 16.326 siswa dari 99.825 pendaftar, Sumatera Utara 13.136 siswa dari 57.270 pendaftar, serta Aceh 8.589 siswa dari 20.442 pendaftar.
Capaian tersebut menunjukkan daya saing siswa Jawa Timur yang kuat di tingkat nasional, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah itu.
Ia menambahkan, strategi pemetaan yang dilakukan sekolah, mulai dari analisis peluang, tingkat keketatan program studi hingga pe-rangking-an siswa, menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kelulusan jalur SNBP.
Selain itu, Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah penerimaan terbanyak melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima.
“Ini tentu kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu,” katanya.
Menurut Khofifah, program KIP-K memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan SDM di berbagai wilayah.
Ia pun mengimbau siswa yang belum lolos SNBP untuk tetap bersemangat karena masih tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri pada masing-masing perguruan tinggi negeri. (09)


















