SURABAYA, Darahjuang.online – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (30/3/2026).
Dalam forum tersebut, Khofifah memaparkan capaian kinerja pembangunan daerah sepanjang 2025 yang dinilai berjalan optimal. Realisasi kinerja Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur tercatat mencapai 98,33 persen dari total 4.021 indikator program dan kegiatan.
Angka itu meningkat dibanding capaian tahun 2024 yang berada di level 98,25 persen.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pembangunan di Jawa Timur, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat,” ujar Khofifah.
Selain capaian indikator, sepanjang 2025 Pemprov Jatim juga meraih 133 penghargaan dari berbagai sektor sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pembangunan daerah.
Dari sisi keuangan, berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2025, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari target Rp33,25 triliun.
“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” imbuhnya.
Di tengah dinamika ekonomi global, kinerja ekonomi Jawa Timur tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sebesar 5,33 persen (c-to-c), melampaui target RKPD yang dipatok 4,80 hingga 5,20 persen.
Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional juga signifikan, yakni sebesar 14,40 persen, serta 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.
Sementara itu, tingkat inflasi Jawa Timur sepanjang 2025 berada di angka 2,93 persen (year-on-year), masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen. Kondisi ini dinilai mencerminkan stabilitas harga serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
Dari sektor investasi, realisasi mencapai Rp147,7 triliun atau tertinggi dalam enam tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur tetap kuat.
Kinerja perdagangan juga mencatatkan tren positif. Nilai ekspor meningkat 16,61 persen, didorong kinerja ekspor nonmigas. Selain itu, 12 kali pelaksanaan misi dagang dalam negeri sepanjang 2025 menghasilkan transaksi sebesar Rp16,31 triliun, melampaui capaian kumulatif periode 2019–2024.
Adapun misi dagang luar negeri ke Singapura mencatat transaksi sebesar Rp4,163 triliun.
Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,30 persen atau turun sekitar 89,53 ribu jiwa dibanding tahun sebelumnya. Dalam kurun 2020–2025, Jawa Timur bahkan menjadi provinsi dengan penurunan kemiskinan terbesar secara nasional, mencapai 781,68 ribu jiwa.
Capaian tersebut turut ditopang peningkatan status desa mandiri. Berdasarkan data terbaru, jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur mencapai 4.716 desa atau sekitar 23 persen dari total nasional.
Indikator sosial lainnya juga menunjukkan perbaikan. Rasio gini turun menjadi 0,359—terendah dalam enam tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 76,13, melampaui target RKPD.
Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,71 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. Penurunan ini setara dengan berkurangnya sekitar 90 ribu pengangguran.
Tak hanya itu, indikator sosial lain seperti Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebesar 77,49 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 73,43 juga menunjukkan tren positif.
“Seluruh capaian ini menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Di sektor pelayanan publik, Jawa Timur mencatat skor 4,75 dari skala 5—tertinggi secara nasional, mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan dukungan terhadap program prioritas nasional, termasuk pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Sekolah Rakyat (SR).
Jawa Timur menjadi provinsi tercepat yang menuntaskan 100 persen kelembagaan KDKMP, dengan total 8.494 koperasi. Selain itu, hingga kini telah beroperasi 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur terbanyak secara nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju, adil, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Di akhir penyampaian, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, serta media atas sinergi yang telah terbangun.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Jawa Timur akan semakin berperan strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (09)


















