SIDOARJO, Darahjuang.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena Godzilla El Nino.
Khofifah dalam keterangannya di Sidoarjo, Jumat (10/4/2026) mengatakan mitigasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi, dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
“Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” katanya di sela peresmian Gedung Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim di Sidoarjo.
Gedung Gerha Majapahit difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara itu, Gedung Olahraga BPBD dengan luas 26 kali 14,5 meter persegi dibangun untuk mendukung kegiatan fisik, pelatihan, serta peningkatan kebugaran personel.
Ia secara khusus menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO) atau barang masuk pertama harus keluar pertama. Sistem ini dinilai krusial dalam memastikan efektivitas distribusi serta menjaga kualitas logistik, terutama untuk barang-barang yang memiliki masa kedaluwarsa
“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal,” ujar Khofifah.
Menurutnya, penerapan ekosistem digital dalam pengelolaan logistik merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka, FIFO Sistem bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik,” katanya.
Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan.
“Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan,” katanya.
Sedangkan Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembinaan fisik dan pelatihan personel. Sehingga, mampu meningkatkan ketangguhan serta kesiapan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
“Dalam proses pelaksanaannya, pembangunan juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip, transparansi dan akuntabilitas,” katanya. (09)


















