SURABAYA, Darahjuang.online – Mendadak Surabaya barat tepatnya SMAN 11 viral dan heboh karena terjadi pengeroyokan hingga tewas hanya perkara sepele TJK (19) pinjam sandal pada adik kelas dianiaya secara brutal tepat dibelakang sekolahan.
TJK meninggal dunia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Dr.Soetomo, Margono (88) kakek korban sangat terpukul atas kejadian ini lansia yang sudah merawatnya sejak dibangku SMP karena kedua orang tuanya telah tiada, lansia tersebut benar-benar kehilangan cucu tercintanya karena aksi brutal pengeroyokan dilokasi belakang sekolah.
Awalnya TJK berpamitan keluar sebentar bersama rekannya, namus firasat buruk menyelimuti lansia tersebut karena hingga larut malam cucunya tak kunjung pulang dan kekhawatiran itu menjadi kenyataan pahit saat seorang teman TJK datang membawa kabar bahwasanya cucunya dalam kondisi kritis di Klinik dokter Danu Manukan.
“Sudah tidak sadar, darahnya keluar dari kepalanya,” kata Margono ketika ditemui dirumah duka.
Situasi sempat panik karena Klinik dokter Danu tempat pertama TJK dirawat adalah RS Bersalin, keluarga sempat kesulitan mencari mobil ambulans sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.
Nahas, meski tim medis telah melakukan upaya maksimal termasuk tindakan operasi, nyawa TJK tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi (5/6) sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak keluarga, aksi pengeroyokan brutal tersebut diduga terjadi di kawasan warung belakang SMA Negeri 11 Surabaya sekolah tempat TJK baru saja menyelesaikan pendidikannya.
Hingga saat ini, jenazah korban masih menjalani proses autopsi untuk memperkuat bukti penunjang mengenai penyebab pasti kematian akibat kekerasan fisik.
Di mata Margono TJK adalah sosok pemuda yang santun, rajin beribadah ke gereja, dan memiliki catatan akademik yang baik. Ironisnya, TJK meninggal dunia di saat ia sedang menunggu jadwal pengambilan ijazah kelulusan SMA nya.
Di usia senjanya, Margono kini harus berjuang sendirian di tengah ruang kosong yang ditinggalkan cucunya. Tidak banyak yang ia minta dari pihak berwajib selain transparansi hukum dan penangkapan para pelaku.
“Kami cuma ingin keadilan,” ucap Margono lirih.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto juga menyampaikan bahwa para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan. “Sudah diamankan dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Unit Resmob,” pungkasnya. (09)


















