Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Hj. Fathul Jannah: Kebaya dan Sasirangan Harus Terus Dilestarikan sebagai Identitas Bangsa

Banjarmasin, Darahjuang.online– Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa dengan memadukannya bersama kain sasirangan khas Banua.

Ajakan tersebut disampaikan saat Seminar Hari Kebaya Nasional bertema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia” yang digelar TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda Kalsel dan DP3AKB Kalsel di Hotel Rodhita Banjarmasin.

Dalam kesempatan itu, Hj. Fathul Jannah menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol jati diri perempuan Indonesia yang harus terus dijaga keberadaannya.

“Kebaya bukan hanya warisan budaya, tetapi identitas perempuan Indonesia. Mari kita bangga mengenakannya dengan memadukan wastra sasirangan agar budaya tetap lestari sekaligus memberi manfaat bagi para pengrajin dan pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian kebaya harus berjalan seiring dengan inovasi agar tetap diminati berbagai kalangan, terutama generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang melekat.

“Pelestarian kebaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Desain boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai budaya dan karakter bangsa yang melekat pada kebaya tidak boleh hilang,” tegasnya.

Selain itu, Hj. Fathul Jannah juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi kain sasirangan. Menurutnya, perlindungan tersebut akan menjaga keaslian karya para perajin sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ketika masyarakat memilih mengenakan kebaya dan sasirangan, sesungguhnya mereka ikut menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Karena itu, pembinaan, promosi, dan perlindungan terhadap karya para pengrajin harus terus diperkuat,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *