Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Adakan Diskusi “Sekularisasi”, Literat ; Jangan Sampai Mudah di Provokasi

Bengkulu, Darah Juang Online – Literasi Moderat Bengkulu kembali mengadakan diskusi publik dengan tema yang cukup menarik untuk menjadi bahan diskursus bagi para kaum milenial, tema yang diangkat dalam diskusi kali ini tidak tanggung tanggung yaitu, ” Sekularisasi; Upaya Mewujudkan Kemerdekaan Berkeyakinan, Benarkah”, pada Sabtu (12/02) malam.

Diskusi ini juga melibatkan mahasiswa seluruh kampus se – Bengkulu, OKP Cipayung Plus, serta Komunitas Literasi, dengan diisi pemantik Fitrah Insani penulis buku eksistensi manusia.

Alaku

Disampaikan oleh koordinator Literat, Krisna Andrisya Putra, “Kita selalu konsisten dalam gerakan membangun diskursus ini, menurut kami ini adalah upaya dalam membangkitkan gairah berfikir luas dan kritis yang seharusnya selalu dirawat oleh para pemuda dan mahasiswa. ” Ungkapnya.

Tak hanya itu Krisna juga menerangkan, “Tema yang kita kali ini memang sedikit berbeda dan sedikit sensitif apabila dibawa ke ranah publik, tapi saya yakin teman – teman sekalian bisa menerima secara inklusif sehingga pengetahuan baru bisa masuk dan dibawa pulang, dan jangan sampai mudah untuk di manfaatkan demi kepentingan beberapa golongan. ” Tutupnya.

Selaras dengan itu sekretaris literat, Hanifatul Latifah menyampaikan, “Diskusi kali ini memberikan sensasi yang berbeda dari diskusi kita sebelumnya, atmosfer bertukar tambah pikiran menjadi nilai daya tarik tersendiri, sehingga diskursus yang dibangun atas dasar logika, dan bacaan buku masing masing tanpa harus menggunakan sentimen. ” Jelasnya

Hanif juga menambahkan, “Saya juga cukup prihatin melihat mahasiswa serta pemuda yang saat sekarang masih sangat mudah dipengaruhi oleh beberapa golongan untuk kepentingan mereka, dan tanpa sadar mahasiswa dan pemuda itu ikut larut didalamnya, nahh ini yang harus kita sadarkan melalui diskursus yang selalu kita bangun untuk sama sama belajar dan sama sama mencerdaskan sehingga pembodohan dan pemanfaatan manusia atas manusia bisa diminimalisir. ” Tutupnya. (09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *