Mataram, Darahjuang.online – Pemerintah Kota Mataram menganggarkan dana Rp5 miliar untuk pengerukan sungai di Kota Mataram.
Hal ini dilakuan guna menormalisasi sungai. Konidisi sungai di Kota Mataram saat ini mengalami pendangkalan.
Sehingga ketika curah hujan tinggi dan debit air meningkat, air sungai meluap ke pemukiman warga yang menimbulkan genangan dan banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman menyebut dana Rp5 miliar itu untuk membeli alat keruk terapung.
Selain itu juga digunakan untuk pembebasan lahan sebagai jalur alat berat turun ke sungai.
Disinggung alasan kenapa harus ada pembebasan lahan, Miftahurrahman menyebut tidak ada jalur untuk menurunkan alat berat tersebut.
“Karena kawasan sepanjang kiri-kanan sungai dipenuhi bangunan,” ucapnya Kamis (7/12/2022).
Lanjut Miftahurrahman menjelaskan, sebenarnya pendirian bangunan di kawasan kiri kanan sungai adalah tindakan yang melanggar peraturan.
Mulai tahun depan pihaknya juga fokus pada pembebasan bangunan yang berdiri di daerah tersebut.
Pendangkalan terjadi hampir di seluruh suangi di Kota Mataram, terutama sungai di daerah hilir seperti sungai Ancar di Mapak. (00)

















