SURABAYA, Darahjuang.online – Fenomena antrian panjang kendaraan terutama truk cari solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan koordinasi dengan Pertamina telah dilakukan untuk mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.
Emil mengatakan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah berdiskusi dengan Pertamina Patra Niaga pada Kamis malam (15/10). Langkah ini dilakukan untuk mengurai antrean yang muncul di sejumlah daerah.
“Semalam Ibu Gubernur sudah ajak diskusi Pertamina Patra Niaga,” kata Emil, Sabtu (17/10).
Menurut Emil, gangguan pasokan yang sempat terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 2026 dipengaruhi faktor global. Namun, kondisi tersebut disebut telah berangsur pulih sejak akhir pekan pertama Oktober.
Bahkan, sejumlah kapal pengangkut BBM dar negeri telah bersandar di Surabaya dalam be hari terakhir. Dengan demikian, fokus penang kini diarahkan pada percepatan penyaluran.
“Gangguan pasokan yang sempat terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 2026 dipengaruhi faktor global. Namun, kondisi tersebut disebut telah berangsur pulih sejak akhir pekan pertama Oktober,” ujar Emil Dardak yang akrab disapa masyarakat terutama emak-emak Mas Wagub.
Bahkan, sejumlah kapal pengangkut BBM dari luar negeri telah bersandar di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Dengan demikian, fokus penanganan kini diarahkan pada percepatan penyaluran BBM dari depo menuju lebih dari seribu SPBU di Jawa Timur.
“Sekarang tinggal menggenjot percepatan suplai ke lebih dari seribu SPBU di Jatim,” tambahnya.
Emil menjelaskan, Pertamina juga telah meningkatkan operasional terminal BBM hingga dua kali lipat, dari semula 12 jam menjadi 24 jam per hari, langkah ini diharapkan mempercepat proses distribusi sehingga pasokan yang tersedia di depo segera menjangkau SPBU.
“Sekarang tinggal percepatan pengiriman ke SPBU. Stok di depo sudah tersedia,” tegasnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan konsumsi BBM jenis Pertalite di sejumlah wilayah Jawa Timur. Lonjakan permintaan tersebut meluas, antara lain di Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Banyuwangi, hingga Bondowoso.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran pasokan, tetapi juga meningkatnya permintaan dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dengan RON 90, turut meningkatkan tekanan permintaan di wilayah tertentu.
Selain itu, distribusi BBM sempat menghadapi kendala operasional armada pengangkut, termasuk gangguan teknis kapal yang berdampak pada proses pengiriman dan penerimaan pasokan.
“Antrian di sejumlah SPBU dipengaruhi peningkatan permintaan di wilayah tertentu, peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, serta kendala operasional, termasuk kendala teknis kapal yang berdampak pada proses distribusi dan penerimaan pasokan,” ungkap Kitty.
Dengan stok yang disebut telah tersedia di depo dan operasional terminal BBM berjalan 24 jam, percepatan distribusi menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi di lapangan.
Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Pertamina agar penyaluran ke SPBU dapat segera ditingkatkan. Namun, efektivitas langkah tersebut pada akhirnya akan terlihat dari kelancaran pasokan di setiap daerah dan berkurangnya antrean kendaraan. (09)


















