Bengkulu, Darah Juang Online — Banyaknya problematika yang sedang di hadapi Bangsa Indonesia, BEM Fakultas Hukum Universitas Bengkulu lakukan AKSI KAMISAN. Kamis Malam (17/2/22)
Aksi KAMISAN bertajuk “Mimbar Bebas. Diterangkan Gubernur BEM FH, Lanai Damkuba ” Sesuai konstitusi yang berlaku dalam UU No. 9 Tahun 1998, disebutkan dalam Pasal 1 Ayat 6 bahwa Mimbar Bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu. ” Katanya.
Sebuah aksi yang mengutamakan rakyat, sebuha bentuk solidaritas Mahasiswa Bengkulu kepada rakyat yang sedang mengalami penindasan, perampasan, dan juga berbagai masalah pelanggatan HAM yang masih kerab terjadi. Lanai menerangkab kepada Media Darah Juang, Jumat (18/2/22)
Dalam aksi ini, BEM Fakultas Hukum juga menyatakan beberapa sikap dalam menanggapi problematika kebangsaan yang terjadi pada saat ini.
Pertama, mengecam aksi kekerasannya, refsifias, teror, dan intimidasi kepada masyarakat oleh oknum penegak hukum. Kedua, mengutuk segala bentuk proyek pemerintah yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, dan dapat merugikan kepentingan masyarakat.
Selanjutnya, meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk membatalkan Permenaker No. 2 Tahun 2022 tentang Jaminan Dana Hari Tua pada BPJS Ketenagakerjaan. Mengingat masih ada pro – kontra dimasyarakat, dan dapat menimbulkan persolan lebih lanjut kedepanya bagi hak – hak masyarakat.
Terakhir, BEM FH UNIB mendesak Kombas HAM, Kepolisian, dan Intansi terkait dapat menyelesaikan polemik dugaan terjadinya Pelecehan Seksual yang kerab terjadi dilingkungan kampus, dan lembaga pendidikan.
Terakhir, Lanai mengungkap kan. Aksi KAMISAN akan terus berlanjut selama problematika yang terjadi di daerah maupun negara masih ada. “BEM Fakultas Hukum UNIB akan mengawal setiap isu-isu yang mencuat ditengah masyarakat, dan siap menjadi motor perjuangan mahasiswa.” Tegasnya.
Aksi ini diikuti berbagai mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Bengkulu, Dehasen, UMB, IAIN, dan UNIB, diperkiran jumlah peserta aksi sekitar 40 orang.
Sedangkan atribut yang digunakan seperti spanduk, karton, lilin, drescode hitam – hitam. (12)

















