Bengkulu, Darah Juang Online – Gejolak antar Organisasi Kepemudaan (OKP), HMI dan PMII sempat bergejolak beberapa waktu lalu di Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu (UINFAS), gejolak yang menimbulkan beragam reaksi dari semua kalangan sampai nasional, serta malam ini melajutkan kembali memberikan keterangan di Polres Bengkulu.
Gejolak ini memakan korban 2 orang dari kader HMI yaitu Renal kader komisariat Syari’ah yang mengalami luka dikepala dan Pranata kader komisariat Syari’ah UINFAS Bengkulu memar dikaki sebelah kiri, kader HMI tersebut menyambangi Polresta Bengkulu untuk membuat pelaporan dengan didampingi kuasa hukum dari LBH KAHMI Bengkulu, pada (20/09/23) lalu.
Alam sahri SH, selaku pendamping hukum (PH) dari LBH KAHMI Bengkulu, sekaligus sekretaris LBH menyampaikan, “Ini sebuah bentuk premanisme dan primitif moral yang dilakukan oleh beberapa oknum, sehingga kader kader HMI mengalami trauma baik itu secara fisik dan mental, kami LBH KAHMI Bengkulu mengecam serta mengutuk tindakan yang sangat brutal ini.” Ungkapnya. Jumat (22/09/23).
Alam sahri SH, juga menambahkan, “LBH KAHMI sudah membuat pernyataan sikap mengecam dan mengutuk semua tindakan yang tidak berperi kemanusiaan ini, kami juga meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini secara pro justitia, kami pun LBH KAHMI secara tegas menolak semua bentuk upaya penghambatan atas penegakan hukum terhadap para pelaku yang melakukan tindak pidana kepada pada korban, apabila nanti akan ada beberapa oknum yang mencoba mengambil momen tersebut.” Pungkasnya.
Disisi lain saat dikonfirmasi di Polresta Bengkulu Ketua Umum Himpunan Mahasiswa islam Cabang Bengkulu, Maulana Taslam menyampaikan, “Hari ini kita memenuhi panggilan penyidik untuk menambah dan melengkapi keterangan, penyidik sedang bekerja berkaitan dengan pemenuhan bukti bukti dan kita hormati proses hukum ini hingga penuntutan dan kami meminta Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu dapat mengusut sampai tuntas, perbuatan ini sudah mencederai keluarga besar HMI di Bengkulu.” Ungkapnya. (01)

















