Alaku
Alaku
Alaku Alaku
Daerah  

Berikut Kronologis Aksi Mahasiswa Bengkulu 13 September 2022. Belasan Massa Aksi Alami Luka

Bengkulu, Darah Juang Online – Pada pukul 12.45 WIB massa aksi berkumpul di taman budaya Kota Bengkulu. Kemudian pada pukul 13.00 WIB massa aksi memulai aksi kedepan kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Setelah itu massa aksi memulai aksi demonstrasi degan menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pukul 13.20 WIB.

Kemudian dilanjutkan dengan orasi oleh perwakilan dari setiap lembaga. Pada pukul 14.20 WIB tim negosiator berjumpa dengan Gubernur Provinsi Bengkulu dan anggota Dewan didalam gedung DPRD Provinsi Bengkulu, dengan permintaan 45 anggota Dewan untuk hadir dan ikut bersama menolak kenaikan BBM subsidi.

Alaku

Tetapi permintaan tersebut tidak diindahkan dengan alasan beberapa Anggota Dewan sedang tugas luar. Negosiator memberikan tawaran memberi waktu 15 menit untuk untuk dapat mengumpulkan 45 orang Anggota Dewan dilokasi.

Pada pukul 14.45 WIB tim negosiator keluar dari dalam gedung DPRD Provinsi Bengkulu dengan hasil mereka (anggota Dewan) hanya menyanggupi unsur-unsur pimpinan yang dapat hadir. Namun, massa aksi menolak.

Pada pukul 15.00 WIB tim negosiator kembali kedalam gedung DPRD untuk menyampaikan hasil diskusi tim negosiator dengan pimpinan lembaga dan mempertanyakan kembali kesanggupan anggota Dewan untuk dapat hadir penuh. Namun, anggota dewan hanya menyanggupi unsur-unsur pimpinan dan dipertegas ada 24 anggota Dewan yang siap menemui massa.

Sekitar pukul 15.10 WIB tim negosiator kembali bertemu dengan pimpinan lembaga mendiskusikan hasil negosiasi dengan para pkmpinan lembaga. Sekitar pukul 15.20 WIB tim negosiator kembali masuk untuk menyampaikan hasil diskusi tersebut ; bahwasannya massa menerima 24 anggota Dewan untuk menyampaikan aspirasi sebagai representative dari rakyat.

Sekitar pukul 15.30 WIB Gubernur Provinsi Bengkulu besrta DPRD Provinsi keluar dari dalam gedung untuk menunaikan sholat Ashar. Pukul 15.55 WIB Gubernur Provinsi Bengkulu bersama anggota Dewan menemui massa aksi dan melakukan absen kepada anggota Dewan untuk memastikan jumlah anggota dewan yang hadir.

Ternyata tidak sesuai dengan komitmen awalnya yakni 24 anggota Dewan, dan hanya 19 orang yang dihadirkan. Massa menuntut untuk memenuhi hasil negosiasi ; menghadirkan 24 anggota Dewan.

Kemudian massa memberikan waktu selama 3 menit untuk menghadirkan 24 anggota Dewan tersebut. Namun, sampai waktu yang ditentukan anggota Dewan yang dikehendaki tidak kunjung datang dan hadir ditengah-tengah massa. Sehingga membuat massa aksi menjadi emosi dan hendak masuk kedalam gedung DRPD. Gubernur Provinsi Bengkulu beserta anggota Dewan meninggalkan massa aksi.

Pada pukul 16.45 Massa aksi mencoba masuk gedung DPRD secara kondusif, tapi dihalang-halangi oleh aparat keamanan, aksi mencoba masuk kedalam berlangsung kurang lebih 45 menit , sampai pada pukul 17.30 aparat kepolisian memaksa bubar massa dengan menembakkan gas air mata dan air ke tengah kerumunan massa.

Kericuhan berlangsung sampai dengan pukul 18.15 dimana massa aksi terus dihujani dengan gas air mata sampai pada pukul 18.30 massa aksi bubar. Akibat kejadian tersebut sebanyak 14 masa aksi mengalami luka ringan pada bagian kepala dan dada, dari 14 masa aksi ada 3 masa menerima perlakuan represif dari aparat kepolisian luka lebam pada dada dan kepala.

Sedangkan ke 14 korban masa aksi dilarikan ke rumah sakit terdekat dan 3 masa demonstran yang diamankan dan dibawa ke Mapolresta Bengkulu.

Pada pukul 19.30 sebagian massa aksi mendatangi, mapolresta Bengkulu untuk menjemput 3 orang demonstran yang diamankan, sesampai di mapolresta para massa aksi merasa seakan dipermainkan, sehingga massa aksi memutuskan untuk membuat aksi solidaritas di depan mapolresta Bengkulu sampai pada pukul 22.45 perwakilan dari massa aksi diperbolehkan masuk melihat kondisi 3 demonstran yang diamankan. Pada pukul 00.30 massa 3 orang demonstran dibebaskan. (Rilis resmi Aliansi Cipayung, BemNus dan Omada Bengkulu/01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *