BI Sumut Bersama Kemenko Bidang Perekonomian Selenggarakan Rakorwil TP2DD Sumatera
Medan, Darahjuang.online – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI Sumatera Utara berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sumatera. Hal termasuk dalam rilis yang diterima Awak Media DJO Sumut pada Sabtu (1/8/2026). Diketahui agenda tersebut untuk peningkatan (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) di Sumatera.
Hal ini semakin krusial dengan kebutuhan peningkatan pendapatan asli daerah dari pajak daerah dan retribusi daerah.
Dalam sambutan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Ameriza M. Moesa menekankan manfaat akselerasi digitalisasi dalam meningkatkan aktivitas.
Perkembangan terkini mengonfirmasi kinerja yang sangat positif khususnya QRIS, baik dari sisi transaksi, jumlah pengguna, maupun jumlah pelaku usaha.
TP2DD pada 2025, kinerja TP2DD Tahun 2025, peringkat digitalisasi sistem pembayaran tertinggi di wilayah Sumatera diraih oleh Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Riau.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Puji Gunawan dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional melalui kemajuan digitalisasi.
Selain itu, kebijakan juga diharapkan dapat mendukung berbagai inovasi dan model implementasi digitalisasi yang semakin beragam, guna semakin meningkatkan efisiensi layanan dan kemudahan bagi masyarakat.
Rakorwil TP2DD Sumatera dihadiri oleh Bapenda dan BPD dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, serta Pimpinan Bank Indonesia di Kantor Perwakilan maupun dari Departemen Regional dan Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran.
Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan perluasan dari implementasi sistem split payment melalui QRIS, yang diinisiasi dengan program QRESTO di Kota Medan.
Selain itu, komitmen dan sinergi dalam mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran akan terus diperkuat, dalam rangka mendorong perekonomian Sumatera yang lebih maju, resilien dan inklusif. (Rls/22)

















