BARABAI, Darah Juang online–
Siti Bulkis binti H.Abdul Hamid. Usia 33 Tahun, adalah sosok wartawati Harian Banjarmasin post group.
Iis, sapaan akrab bagi teman – teman wartawan yang biasa bertugas dikota Banjarbaru, bagi teman – teman Iis adalah sosok wanita yang periang dan selalu menolong.
Siti bulkis adalah wartawati muda yang cekatan dalam memburu berita, salah satu dari banyak teman – teman berbagai media, adalah Wahyu Firda.
Dilansir dari media pojok banua.
Sementara itu, Wartawan Banjarbaru Klik, Ahdalena alias Aa menjelaskan, iis merupakan orang baik dan tak pernah berkata kasar. “Pekerja keras. Sudah lelah keadaan lagi sakit, masih aja kerja. Hari ini tadi seharian aku liputan, dari dewan hingga pemko sampai parade senja. Seharian orang-orang bertanya iis saja, ternyata habis parade senja dapat kabar (meninggal dunia) itu,” tuturnya.
Tak hanya dikenal oleh wartawan Banjarbaru, ia juga kerap dikenal sejumlah wartawan yang bertugas di daerah lain, termasuk Kabupaten Banjar. “Orangnya selalu menolong teman-temannya, rajin turun lapangan dalam setiap cuaca dan kondisi. Momen yang diingat kalau dia ngetik berita pasti di Taman Van Der Pijl (Banjarbaru) sampai beritanya selesai,” ungkap wartawan Pojok Banua, Wahyu Firda.
Sedangkan dari Banjarmasin post online
Menulis tentang sosok keseharian Iis, Wartawati muda dengan inisial STB ini meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Damanhuri, Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sosok yang dikenal pendiam itu selama ini bertugas di wilayah Kota Banjarbaru.
Sehari-hari Iis berkecimpung meliput kegiatan pemerintahan di Pemko Banjarbaru, Bandara Syamsudin Noor, dan DPRD Kota Banjarbaru.
Juga, liputan di Polres Banjarbaru, Kantor Imigrasi Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru dan sejumlah instansi lain di Kota Idaman.
Bagi teman-teman seangkatannya yang mulai bergabung 1 Maret 2020, kabar ini sangat mengejutkan.
Apalagi, Iis masih sempat ikut dalam kegiatan SWOT 2022 Banjarmasin Post di Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada bulan Mei lalu.
Kenangan terakhir yang masih diingat kawan-kawan redaksi, saat Iis masih tetap melakukan siaran live kecelakaan lalu lintas, meski dia sendiri dalam kondisi sakit sehabis jatuh dari kendaraan.
Tak ada yang tahu bahwa Iis baru saja jatuh, hingga setelah siaran live selesai, si anak pendiam itu bercerita.
Berikut ini sekelumit kenangan dari kawannya seangkatan, yang sama-sama merasakan suka duka saat pertama kali menginjakan kaki di Gedung Djok Mentaya Banjarmasin Post.
Duka Bulan Juni
Masih terkenang senyum manismu kawan…
Gaya bicaramu yang khas, acap tak bergeming di tengah keramaian membekas betul dalam ingatan kita.
Si pendiam yang ada kalanya dapat tersenyum manis di tiap kesempatan.
Masih tak percaya jika ajal telah menjemputmu.
Memisahkan kebersamaan kita dengan cepatnya.
Melepaskan kepergian seseorang yang amat disayang.
Nyatanya tidak mungkin terlepas dari air mata yang berlinang.
Pura-pura kuat, tapi dada sesak seiring air mata juga mengalir hebat.
Selamat jalan sahabat, selamat tidur dengan lelap di pangkuan Allah Yang Maha kuasa.
Sementara salah satu rekan sejawat almarhumah, Muhtar wahid, wartawan Banjarmasin post group, yang bertugas di wilayah kabupaten Banjar, lewat WhatsApp kepada Media Darah juang Online, mengucapkan terimakasih atas perhatiannya terhadap almarhumah, Wahid mengabarkan bahwa jenazah akan dishalatkan Di Masjid Mujahidin Barabai
Pada pukul 14:00 wita. Hari Selasa 21 Zulqa’idah 1443 H/Selasa 21 Juni 2022.
Segenap jajaran Media Darah Juang Online secara nasional turud berduka atas berpulangnya Almarhumah, disertai doa semoga Almarhumah dilapangkan peristirahatan ya, terkhusus untuk keluarga yang ditinggalkan. Dapat kesabaran… Aamiin. Kata Pimpinan Umum Darah Juang Online Roni M dalam Media ini. (01)


















