Banjarbaru, Darahjuang.online – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam kesiapsiagaan bencana, khususnya penanganan banjir yang belakangan melanda sejumlah kabupaten/kota di Kalsel. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi persiapan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan, yang digelar di Gedung Idham Chalid, Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (06/01/2026).
Gubernur Muhidin menjelaskan, penandatanganan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan bencana, bukan keputusan akhir terkait kebijakan tertentu. Ia menyebutkan beberapa wilayah di Kalsel mengalami banjir ekstrem akibat intensitas hujan tinggi, yang mengakibatkan banjir.
“Ini kita tanda tangani tadi hanya kesiapsiagaan bencana. Ada beberapa kabupaten yang terkena banjir ekstrem. Airnya memang cepat naik, tapi juga cepat surut, sekitar tiga sampai lima jam sudah habis,” ungkapnya.
Menurutnya, banjir tersebut bukan semata-mata karena debit sungai yang besar, melainkan adanya hambatan dan penyempitan alur sungai yang memperlambat aliran air saat hujan deras turun. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Martapura dan Sungai Tabuk.
Meski demikian, Gubernur memastikan penanganan banjir oleh pemerintah daerah tetap berjalan maksimal. Berbagai bantuan telah disalurkan, termasuk dapur umum, logistik, dan sembako yang disiapkan oleh pemerintah daerah bersama TNI dan Polri.
“Penanganan tetap kita laksanakan. Dapur umum dari Polda masih ada, bantuan sembako juga sudah disalurkan, termasuk dari pihak Pangdam dan Kapolda. Semua bergerak membantu masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, dirinya juga telah menginstruksikan seluruh kepala dinas terkait untuk terus turun ke lapangan guna memastikan kondisi masyarakat terdampak banjir. Ia menekankan pentingnya pendataan secara menyeluruh, termasuk peran pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk turut bergotong royong membantu warga.
Selain itu, Pemprov Kalsel akan melakukan evaluasi terhadap penyempitan sungai yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir.
Pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menghambat aliran sungai akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita akan kontrol penyempitan sungai ini. Kalau hujan deras, air banjir datang banyak, tapi alurnya terhambat. Ini yang perlu kita kendalikan supaya masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.(14).
Gubernur Kalsel Tegaskan Kesiapsiagaan Bencana Dan Penanganan Banjir Akan Terus Di maksimalkan

















