Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Jelaskan Status Kunjungan Presiden Ke Kalsel, Muhidin: Tidak Ada Kunjungan Presiden Dipastikan Wapres Yang Akan Datang

oplus_2

Banjarbaru, Darahjuang.online – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memberikan penjelasan terkait rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan dalam Rapat Koordinasi Kunjungan Kerja Presiden yang digelar di Gedung Idham Chalid, Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (06/01/2026).

Dalam keterangannya, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas dua agenda utama, yakni persiapan rencana kunjungan kerja Presiden serta kesiapsiagaan penanganan bencana di Kalimantan Selatan. Salah satu wacana yang dibahas adalah rencana peninjauan Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

Namun demikian, Gubernur menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalsel. Ia meluruskan adanya kesalahpahaman informasi yang sempat berkembang, khususnya terkait rencana kunjungan pada 12 Januari 2025.

“Setelah kami klarifikasi ke Dinas Sosial, ternyata itu baru sebatas wacana dari Menteri Sosial yang ingin mengajukan agar Presiden datang ke Kalimantan Selatan. Jadi sampai sekarang belum ada persetujuan resmi dari Presiden,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur memastikan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan untuk meninjau dampak banjir. Lokasi yang direncanakan akan dikunjungi antara lain Kabupaten Balangan dan wilayah Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Untuk Wakil Presiden sudah ada kepastian. Rencananya akan meninjau Balangan dan Sungai Tabuk Keramat. Jadwalnya sempat ditunda, dan kemungkinan besar dilaksanakan pada Kamis, 08 Januari 2025, menyesuaikan dengan koordinasi Paspampres,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Pemprov Kalsel juga membahas kondisi cuaca berdasarkan informasi BMKG. Muhidin mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi hujan lebat, mengingat curah hujan ekstrem pernah mencapai 150 milimeter per hari, yang setara dengan curah hujan selama satu bulan.

Selain itu, Muhidin menyoroti persoalan penyempitan Sungai Alalak yang dinilai dapat memperparah banjir. Meski kedalaman sungai masih mencukupi, penyempitan alur sungai menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti bersama TNI dan Polri.

“Kita akan minta bantu Pak Dandim dan Pak Kapolda untuk menelusuri langsung. Kita ingin pastikan apakah ada aktivitas masyarakat yang menyebabkan penyempitan sungai, agar penanganannya tepat dan masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *