Pariaman, Darah Juang Online – Merilis keterkaitan 198 pondok pesantren (ponpes) dengan teroris yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BNPT bersama DPR RI pada Jum’at (28/01/2022), yang kemudian hasil dari RDP itu di beritakan diberbagai media dan memunculkan stigma negatif terhadap ponpes. Ketua Umum (Ketum) HMI cabang Pariaman, Edo Kurniawan angkat bicara, Sabtu (29/01/2022).
Sebelumnya, Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar, menyebut ada 198 ponpes terafiliasi dengan terorisme. Ia menyampaikan, 11 ponpes terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Anshorut Khilafah (JAK), 68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI) dan 119 pesantren terafiliasi dengan Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS.
“Kami menghimpun ponpes yang kami duga terafiliasi, tentunya ini juga merupakan bagian upaya-upaya dalam konteks Intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan,” kata Boy pada rapat dengan Komisi III DPR RI.
Menyikapi itu, Edo Kurniawan, mengatakan hasil temuan BNPT itu tidak beralamat, dimana dari 198 ponpes yang disebutkan tidak ada satupun nama ponpes sebagaimana disebutkan di media.
“Bagaimana penindakan terhadap ponpes yang disebutkan terafiliasi dengan teroris tersebut. Kalau memang data hasil temuan BNPT ini bersumber dari BIN, bukankah ini informasi yang bersifat rahasia? Lantas mengapa harus di umbar ke publik,” ujarnya.
Edo Kurniawan menyayangkan, jika informasi tersebut kemudian membuat gaduh dan memunculkan stigma negatif masyarakat terhadap ponpes. Ia meminta, BNPT agar memberikan informasi yang jelas jika memang ada ponpes terindikasi terafiliasi dengan teroris.
“Lantas tindakan seperti apa yang dilakukan oleh BNPT selaku lembaga yang berwenang, agar kemudian tidak memunculkan stigma negatif terhadap ponpes,” tanya Edo. (27)

















