Kisah Sedih Anak Terlantar Di Depan Indomaret, HKT Peduli: Perlu Perhatian dan Bantuan.
PALANGKARAYA, Darahjuang.online – Seorang anak laki-laki yang telah mengemis di teras Indomaret Seberang KNPI Jalan Tjilik Riwut KM. 1,5, Palangkaraya, telah menjadi perhatian publik. Informasi tentang anak ini beredar di grup WhatsApp dan Facebook HABAR KALIMANTAN TENGAH (HKT) pada Selasa (18/3/2025).
Ketua HKT, Dwi Sugiarto, langsung menuju ke lokasi untuk mencari tahu lebih lanjut tentang anak tersebut. Namun, anak itu sulit untuk diwawancarai karena sering tertidur. Dwi Sugiarto hanya bisa memberikan santunan tanpa mendapatkan informasi langsung dari anak tersebut.
Karena merasa ada hal yang mengganjal, Dwi Sugiarto memutuskan untuk masuk ke dalam Indomaret untuk bertanya dengan pihak karyawan toko tersebut. Dari karyawan, Dwi Sugiarto mendapatkan informasi bahwa anak itu sudah berminggu-minggu berada di sana, namun setiap hari selalu pulang. Bajunya pun yang dikenakan selalu berganti-ganti, tetapi sudah 2 hari ini, dia menetap di sana terus.
Dwi Sugiarto juga menanyakan dengan salah satu warga di sekitar, yang mengatakan bahwa anak itu memang tidur terus, tapi kalau ada yang datang kasih uang dia langsung cepat bangun. Warga itu juga curiga bahwa anak itu mengkonsumsi obat tidur atau ngelem.
Untuk melengkapi kegiatan, Dwi Sugiarto langsung menghubungi Dinas Sosial Kota Palangkaraya. Saat dikonfirmasi, pihak Dinsos Kota mengatakan bahwa anak tersebut, bernama Muhammad Latif bin Rusmani, sudah ditangani oleh Dinas Sosial sejak tahun 2017 lalu.
Alamat anak tersebut tepatnya di belakang Pasar Mini Unpar, Jalan Yosudarso, ada bekas Musholla dekat sampah-sampah. Latif dan ayahnya tinggal di sana, mereka hanya tinggal berdua. Menurut pengakuan dari ayahnya, ibunya sudah lama kabur sejak Latif masih kecil, karena menurut pengakuan dari ayahnya, ibunya Latif mengalami gangguan kejiwaan.
Sejak 2017-2022, Latif ditampung di Dinsos Kota, namun karena sering kabur, akhirnya pihak Dinsos menyerahkan ke Panti Asuhan Nurul Solihin yang terletak di Jalan G. Obos 23. Selama di Panti, Latif sering keluar dan menghilang, akhirnya pada awal 2025, pihak Panti menyatakan tidak sanggup lagi untuk mengasuh Latif, lalu menyerahkan kembali kepada Dinsos.
Lalu, Dinas Sosial pun mengantarkan Latif kembali kepada ayahnya dengan di dampingi oleh berbagai pihak termasuk Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, pungkasnya. (07)


















