Banjarbaru, Darahjuang.online — Polsek Banjarbaru Utara kembali menggelar kegiatan Kopi Batara (Bersama Anda Tingkatkan Rasa Aman) sebagai wadah komunikasi dan penyampaian aspirasi masyarakat. Kegiatan berlangsung Jumat (21/8/2026) sore di Hotel Iris Banjarbaru dan diikuti sekitar 40 warga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintahan kecamatan dan kelurahan, termasuk Camat Banjarbaru Utara serta Lurah Loktabat Utara. Forum ini menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban di lingkungan.
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, Kopi Batara sengaja digelar untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan saran, masukan maupun keluhan tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.
“Kopi Batara ini adalah sebagai wadah untuk saran dan masukan terkait dengan gangguan kamtibmas maupun kamseltibcar lantas atau hal-hal yang lain. Karena juga ada Pak Camat dan Pak Lurah, sehingga masyarakat tidak susah-susah perlu ke Polsek, cukup melalui kegiatan Kopi Batara,” ujarnya.
Selain membahas keamanan dan ketertiban masyarakat, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Banjarbaru.
Yuwono meminta para Ketua RT agar turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Pesan tersebut, kata dia, dapat disampaikan melalui pengeras suara di masjid maupun dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti yasinan dan tahlilan.
“Kita sosialisasikan kepada Pak RT untuk menyampaikan kepada warganya dampak dari karhutla atau situasi El Nino sekarang ini. Dampaknya sangat luar biasa. Untuk itu kami menyampaikan agar saat ini stop karhutla,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi masyarakat turut disampaikan kepada pihak kepolisian. Di antaranya berkaitan dengan rekayasa keamanan, keselamatan dan ketertiban lalu lintas di kawasan Jalan Haji Najmi, serta adanya keluhan masyarakat terkait aktivitas penjualan minuman keras atau minuman yang meresahkan warga.
Menanggapi berbagai aduan tersebut, AKP Yuwono memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap keluhan yang disampaikan masyarakat melalui forum Kopi Batara. Polisi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas sektor.
“Betul, nanti akan kami sikapi aduan masyarakat. Kami akan tindak lanjuti dan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Loktabat Utara Dedy Wahyudie menyampaikan bahwa pihak kelurahan juga terus mendorong para Ketua RT dan RW untuk berperan aktif menyebarluaskan informasi mengenai bahaya karhutla kepada masyarakat.
“Kalau dari kelurahan, kita mengimbau kepada RT/RW menyebarluaskan informasi tentang bahaya karhutla dan meminta warga untuk waspada. Mungkin itu saja,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, forum Kopi Batara juga memberikan manfaat karena komunikasi antara masyarakat, pemerintah dan pihak kepolisian dapat berlangsung secara langsung. Pertemuan tersebut dinilai menjadi sarana untuk memperkuat sinergitas sekaligus menyerap informasi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan.
“Ya, tentu lebih pas lagi karena pertemuan ini terutama dengan Hotel Iris ini kan rutin sebenarnya. Informasi-informasi dari warga bisa langsung diterima dari pihak Hotel Iris mengenai masalah sinergitas kita,” terangnya.
Melalui kegiatan Kopi Batara, Polsek Banjarbaru Utara berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas, persoalan lalu lintas maupun permasalahan lingkungan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat sinergi bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Banjarbaru Utara.(14).


















