Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Maknai 10 Muharram, Pembina Yayasan Borneo Lestari Salurkan Santunan untuk 150 Anak Yatim Di Ponpes RMA

oplus_0

Banjarbaru, Darahjuang.online – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Borneo Lestari menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim di Masjid Sunan Cendana, Pondok RMA, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak dengan cabang Pondok RMA Limamar, Astambul, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.

Alaku


Dalam keterangan nya Pembina Yayasan Borneo Lestari, Bustanul Arifin, mengatakan momentum 10 Muharram menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui sebagian rezeki yang diberikan Allah SWT.


“Momentum 10 Muharram ini kami manfaatkan untuk berbagi kepada anak yatim. Mudah-mudahan dengan memberikan sebagian harta yang Allah titipkan, anak-anak yatim bisa merasakan kebahagiaan. Kegiatan seperti ini juga rutin kami laksanakan, tidak hanya di sini tetapi juga di berbagai tempat lainnya,” terangnya.


Ia menegaskan, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Islam yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, Yayasan Borneo Lestari terus berupaya hadir untuk memberikan perhatian dan santunan kepada mereka yang membutuhkan.


Sementara itu, Guru Muhari menjelaskan, kegiatan santunan tahun ini dilaksanakan secara bersamaan di dua lokasi, yakni Masjid Sunan Cendana Guntung Manggis dan Pondok RMA Limamar, Astambul.


“Di Guntung Manggis kami menyalurkan santunan kepada lebih dari 100 anak yatim, sedangkan di Limamar sebanyak 50 anak. Jadi total sekitar 150 anak yatim menerima santunan yang kami laksanakan secara serentak,” jelasnya.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus menjalankan anjuran Rasulullah SAW untuk memuliakan dan menyantuni anak yatim.


“Harapan kami, melalui kegiatan ini rasa syukur semakin bertambah, rezeki yang Allah berikan semakin berkah, serta hubungan dengan Allah dan sesama manusia semakin erat. Momentum 10 Muharram menjadi pengingat untuk terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Guru Muhari juga menambahkan bahwa santunan kepada anak yatim tidak hanya dilakukan pada peringatan 10 Muharram. Pihaknya secara rutin membuka program santunan setiap hari Jumat sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.


Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan diikuti para pengurus yayasan, relawan, serta ratusan anak yatim yang menerima santunan dengan harapan dapat membawa kebahagiaan sekaligus memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *