Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Memperingati Hari Lansia, Jurusan KS UNIB bersama LKSLU Payung Basurek Bengkulu Menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal

Bengkulu, Darah Juang Online — Memperingati momen Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada 29 Mei tahun 2023, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Bengkulu, bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Payung Besurek Kota Bengkulu, menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Lanjut Usia Potensial Melalui Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal.

Menghadirkan narasumber Republik SLE (Social Love and Education), kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (2/6/23), dihadiri oleh kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Kepala Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu, dan terutama oleh 20 (dua puluh) orang Lansia dari sekitar 80 (delapan puluh) orang lansia yang menjadi dampingan LKS-LU Payung Besurek di Kota Bengkulu.

Alaku

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (implementation agreement) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bengkulu dengan Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan setiap tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Pada tahun 2023 ini, peringatan HLUN mengusung tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat”.

Lanjut Usia (Lansia), merupakan masa perkembangan manusia yang disertai dengan berbagai permasalahan dan kerentanan baik berupa menurunnya kesehatan, meningkatnya masalah psikis, renggangnya relasi sosial, dan lemahnya kehidupan ekonomi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, lansia diartikan sebagai warga yang berumur 60 tahun ke atas.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menyebutkan ada peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia, pada tahun 1990 rata-rata 63,6 tahun, dan tahun 2016 meningkat menjadi 71,7 tahun. Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah lanjut usia (lansia), yaitu penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih. Pada tahun 2018, persentase lansia mencapai 9,27 persen atau sekitar 24,49 juta orang.

Sementara data BPS tahun 2020, menyebutkan jumlah lansia tahun 2020 mencapai 9,92% atau 26,82 juta. BPS mencatat, Indonesia sudah memasuki struktur pendudk tua sejak 2021, dan pada tahun 2045, diproyeksikan bahwa 1 dari 5 penduduk Indonesia merupakan lansia.

“Lanjut usia merupakan potensi dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Lansia berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, keagamaan, pendidikan dan pelatihan, kesempatan kerja, perlindungan sosial dan aksesibilitas umum.” Jelas Ketua LKS-LU Payung Besurek, Ibu Hilda Sriwanty, S.sos, M.sos.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut diharapkan lansia mampu berperan di masyarakat untuk membimbing, memberi nasehat berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, mengamalkan dan mentranformasikan ilmu pengetahuan, serta memberikan tauladan,” demikian jelas Ketua LKS-LU Payung Besurek, Ibu Hilda Sriwanty, mengakhiri.

Dalam pelatihan tersebut, Ibu Yessilia Osira, S.Sos., MP, selaku Ketua Tim Pengabdian Universitas Bengkulu menyampaikan, bahwa “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan lansia kemudian memunculkan minat wirausaha lansia dan menggali potensi kearifan lokal lanjut usia. Diharapkan kegiatan ini bisa terus berlanjut menjadi usaha ekonomi produktif bagi lansia.” Terangnya.

Pelatihan ini dibuka langsung Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Bapak Dr. Sahat M.Situmorang, M.Si. Dinas Sosial sangat mendukung upaya pemberdayaan lansia di masyarakat. Lansia bukanlah beban tapi merupakan potensi kekuatan kesejahteraan sosial, sehingga sangat penting untuk mendukung perawatan dan pemberdayaan lansia.

Hal senada, juga disampaikan oleh Lurah Kelurahan Nusa Indah, Bapak Alfarizi S.Sos, yang mendukung kesejahteran lansia, perlunya kepedulian masyarakat dan pengorganisasian melalui perkumpulan lansia disetiap kelurahan.

Dalam pelatihan ini, para lansia dilatih praktek membuat minuman herbal yang terbuat dari bahan bahan kayu manis, kapulaga, kembang lawang, jahe, kulit jeruk purut, nanas masak, gula aren dan gula pasir.

Bahan-bahan ini direbus dalam 10 (sepuluh) liter air hingga mendidih, untuk selanjutnya diramu dengan komposisi tertentu, untuk kemudian siap dihidangkan. Perwakilan SLE menyampaikan bahwa “Minuman Herbal Oma Opa ini bermanfaat membantu mengurangi efek masuk angin, memperlancar peredaran darah, membuat tidur lebih berkualitas, memperbaiki mood, mencegah kolestrol dan mencegah kanker.” Tuturnya.

Ibu Rosnaini (67 tahun), yang merupakan lansia binaan LKS-LU Payung Besurek menyatakan senang bergabung dalam kegiatan pelayanan sosial di LKS LU Payung Besurek “Selain mendapatkan bimbingan keagamaan, fasilitas kesehatan kami juga mendapatkan pelatihan. Kami sangat berharap pelatihan ini dapat didukung oleh banyak pihak demi mendukung lansia sehat lansia bahagia.” Ucap Ibu yang masih terlihat sehat dan semangat ini. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *