Menag RI Diminta Tertibkan Oknum PPIH Embarkasi Medan Bergaya Preman
Medan, Darahjung.online – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) diminta menertibkan oknum Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan yang bergaya premanisme di lingkungan Asrama Haji Embarkasi Medan.
Karena Selasa sore, (24/6/2025) nyaris terjadi insiden yang menjurus perkelahian antara wartawan Media Online Swara Jiwa, Zainal Arifin dan Swara Hati Rakyat, Bahren Rambe dengan Oknum Petugas Haji, Jon.
Awal kejadian bermula saat Wartawan, Zainal Arifin, Bahren Rambe dan Risvande Lubis usai Sholat Ashar di Mesjid Namiroh Asrama Haji Medan ingin ke kantin belakang, dekat gedung Bir Ali.
Namun setiba di dekat toko koperasi, tiba-tiba si Jon yang saat itu sedang duduk berdampingan bersama wartawan Nuar dan Surya di teras toko koperasi itu memanggil Bahren Rambe dengan gaya premanisme dan langsung memaki Bahren dengan ucapan tak sopan.
Mendapat perlakuan yang jauh dari etika petugas haji, Bahren Rambe tidak terima dan langsung bereaksi melakukan perlawanan. Selanjutnya Bahren Rambe langsung keluar dari teras koperasi tersebut. Kemudian diikuti si Jon yang ingin memukul Bahren Rambe, namun dilerai wartawan dan lainnya.
Kemudian Zainal Arifin dan Risvande Lubis berupaya melerai terjadinya perkelahian. Namun saat itu si Jon malah menantang Zainal Arifin dan Bahren Rambe sekaligus mengancam kedua wartawan senior tersebut jika berada di luar Asrama Haji Medan.
“Aku tidak takut kau ancam-ancam begitu,” sambut Zainal Arifin.
Selanjutnya perang adu mulut antara si Jon dengan Zainal Arifin dan Bahren Rambe sempat terjadi beberapa saat dan diwarnai emosional.
Barulah saat beberapa petugas keamanan dari kepolisian datang melerai suasana terkendali meskipun masih diliputi emosional antara Zainal Arifin dengan si Jon.
Pada kesempatan itu Zainal juga mengharapkan Menag RI dapat menertibkan oknum petugas haji di lingkungan Asrama Haji Medan demi menjaga kenyamanan wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.
Keterangan dihimpun menyebutkan, bahwa sejumlah wartawan menyayangkan terjadinya perlakuan yang tidak manusiawi terhadap kedua wartawan senior tersebut.
Menurut Bahren Rambe, saat pengosongan di tempat kopor jamaah pada Kloter 11 Debarkasi Medan, petugas haji, Jon yang kebetulan berada ditempat tersebut, menyuruh keluar wartawan Zul Bongkar dan Bahren Rambe. Saat itu Zul Bongkar pindah tempat, sementara Bahren Rambe agak lama beranjak dari tempatnya.
Lebih jauh Zainal Arifin menyatakan, bahwa suasana wartawan di Asrama Haji Medan pada musim haji tahun 2025 ini semakin memprihatikan. Selain terjadi pengelompokan yang berpotensi perpecahan, juga diduga ada yang ingin berkuasa disana. (22)


















